Retret Pimpinan UIN Maliki Malang 2025 Teguhkan Komitmen Globalisasi Pendidikan
Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Malang, 12 September 2025 – Sebanyak 143 pimpinan unit di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang mengikuti Retret Pimpinan 2025, yang berlangsung dari 12 hingga 14 September 2025 di Poltekad Malang. Retret yang mengusung tema "Inovasi dan Akselerasi Menuju Perguruan Tinggi Berdaya Saing Global" ini menjadi momen penting bagi UIN Maliki Malang dalam memperkuat visi untuk menjadikan perguruan tinggi Islam ini lebih kompetitif di kancah internasional.
Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP., mengawali kegiatan dengan menegaskan pentingnya integritas dalam kepemimpinan dan mengajak seluruh peserta untuk kembali meneguhkan komitmen mereka. "Tema ini sangat relevan dengan tantangan global yang semakin dinamis. Pendidikan harus mampu beradaptasi dengan perubahan ini agar para mahasiswa tidak hanya terampil secara akademik tetapi juga siap menghadapi dunia kerja internasional," ujar Rektor UIN Maliki Malang dalam sambutannya.
Retret ini merupakan upaya untuk membangun kebersamaan di antara jajaran pimpinan UIN Maliki Malang. Para peserta yang terdiri dari wakil rektor, kepala biro, dan ketua program studi ini diajak untuk mendalami strategi yang akan memperkuat UIN Maliki Malang menjadi kampus yang tidak hanya diakui secara nasional tetapi juga internasional.
Retret ini mengusung tujuan besar untuk memastikan bahwa UIN Maliki Malang bergerak seiring dengan perkembangan dunia pendidikan tinggi global. Salah satu tujuan yang digarisbawahi adalah bagaimana membangun kebijakan yang lebih adaptif dengan tantangan dunia pendidikan. Dalam forum ini, peserta diberikan pemahaman bahwa untuk bisa bersaing di dunia global, perguruan tinggi harus memperkuat kapabilitas dalam bidang riset, tata kelola, serta memperluas jaringan internasional.
"Retret ini bukan hanya tentang merefleksikan kepemimpinan, tetapi juga untuk memetakan langkah-langkah strategis yang akan kita ambil untuk mewujudkan visi UIN Maliki Malang menjadi perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing global, dan berorientasi pada perkembangan zaman," kata Prof. Ilfi Nur Diana.
Selama tiga hari retret, para peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan teori, tetapi juga dijajak untuk berinteraksi dengan para ahli yang memberi wawasan penting mengenai pentingnya kolaborasi global dalam pendidikan tinggi. Salah satu narasumber, Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si., penasihat ahli Menteri Agama RI, menekankan pentingnya jejaring sosial dalam pengembangan perguruan tinggi bertaraf internasional.
"Sebagai agen perubahan, para pimpinan perguruan tinggi harus memanfaatkan peluang untuk memperluas jejaring dan berkolaborasi dengan berbagai universitas dan lembaga di dunia," kata Prof. Nur Syam. Menurutnya, hanya dengan menjadi agen perubahan, perguruan tinggi dapat terus berinovasi dan beradaptasi dengan tuntutan global.
Selama retret ini, setiap peserta diberikan tantangan untuk membuktikan komitmen mereka dengan menanggapi berbagai permasalahan yang dihadapi dalam lingkungan kampus, baik dari sisi akademik maupun manajerial. Salah satu sesi utama adalah mengenai pentingnya memiliki komitmen yang tinggi terhadap kebijakan yang diambil.
"Jika kita tidak bisa disiplin dalam hal-hal kecil, bagaimana kita bisa memimpin sebuah institusi yang besar? Ini adalah waktu untuk menguji komitmen kita terhadap pendidikan yang tidak hanya baik secara teori, tapi juga secara praktik," ucap Rektor UIN Maliki Malang.
Retret ini dirancang untuk tidak hanya menjadi ruang diskusi tetapi juga sebuah ajang bagi para pimpinan untuk belajar bagaimana memimpin dengan baik. Semua peserta mengikuti peraturan yang ketat, termasuk waktu makan yang hanya diberikan selama 15 menit dan aturan disiplin waktu yang ketat.
Salah satu hal penting yang dibahas dalam retret ini adalah pentingnya memperkuat peran UIN Maliki Malang sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya unggul di dalam negeri tetapi juga di dunia internasional. Melalui berbagai langkah strategis dan kebijakan yang adaptif, UIN Maliki Malang berkomitmen untuk menjadi pelopor dalam pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai Islam yang moderat dan berbasis riset.
Rektor UIN Maliki Malang menyatakan, "Kami percaya bahwa penguatan daya saing perguruan tinggi Islam bukan hanya dilihat dari prestasi akademik semata, tetapi juga dari kontribusi nyata kami terhadap masyarakat dan bangsa. Kami berharap UIN Maliki Malang bisa menjadi lembaga yang mencetak pemimpin masa depan yang memiliki wawasan global dan integritas tinggi."
Selama sesi terakhir retret, para peserta diberikan kesempatan untuk merencanakan langkah-langkah taktis yang akan dilakukan dalam waktu dekat, termasuk menyusun rencana untuk mencapai target-target dalam 100 hari pertama kepemimpinan baru di UIN Maliki Malang.
"Kami mengajak seluruh pihak untuk berkomitmen terhadap transformasi pendidikan yang berkelanjutan. Ini adalah langkah pertama untuk memastikan UIN Maliki Malang tetap relevan dan mampu berdaya saing di dunia pendidikan global," tambah Prof. Ilfi.
Retret ini menjadi ajang untuk memperkuat tekad dan semangat baru bagi seluruh pimpinan UIN Maliki Malang untuk terus maju dan memberikan kontribusi maksimal, baik dalam pengembangan akademik, riset, maupun pengabdian masyarakat.
Retret Pimpinan UIN Maliki Malang 2025 bukan hanya sebuah acara refleksi tetapi menjadi landasan untuk menyusun strategi jangka panjang yang akan membawa UIN Maliki Malang menuju perguruan tinggi yang diakui di kancah internasional. Komitmen untuk berinovasi, memperkuat kolaborasi, dan membangun budaya organisasi yang kuat menjadi kunci utama dalam perjalanan menuju visi besar tersebut.
Sumber: malangtimes.com

