Konten dari Pengguna

UKM Seni Islami UNISMA Raih Juara 3 Ghina ‘Araby di Sukarabic Fest VIII

Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Istimewa

Yogyakarta, 12 September 2025 — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Islami Universitas Islam Malang (UNISMA) menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Sunan Kalijaga Arabic Festival (Sukarabic Fest) VIII. Delegasinya, Anisa Syahrul Abidah, meraih Juara 3 pada cabang Ghina ‘Araby tingkat Asia Tenggara yang digelar di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga), Yogyakarta, Jumat (12/9/2025). Kegiatan ini diikuti para peserta bertalenta dari berbagai perguruan tinggi di kawasan, dan menjadi wadah apresiasi seni-budaya Arab Islami yang edukatif dan inspiratif. Informasi penyelenggaraan Sukarabic Fest VIII pada 11–13 September 2025 terpublikasi di kanal resmi panitia, sementara laman berita UIN Sunan Kalijaga menegaskan bahwa festival memuat beragam kompetisi, termasuk Arabic singing (nyanyi berbahasa Arab).

Dalam penampilannya, Anisa memukau dewan juri dan audiens berkat warna vokal yang khas, penghayatan lirik yang kuat, serta teknik pembawaan yang rapi. Cabang Ghina ‘Araby sendiri menekankan keindahan musikalitas Arab Islami yang sarat nilai religius, budaya, dan dakwah—format yang mendorong ekspresi seni yang elegan serta literasi bahasa Arab yang positif. Gambaran umum mengenai cabang nyanyi Arab di berbagai festival kebahasaan turut memperkaya pemahaman publik atas karakter kompetisi ini.

Anisa menyampaikan rasa syukur atas dukungan banyak pihak. “Saya sangat bersyukur atas kesempatan dan dukungan dari kampus, teman-teman UKM, serta keluarga. Semoga ini bisa menjadi motivasi untuk terus berkarya dan mengembangkan seni Islami di level yang lebih luas,” ujar Anisa Syahrul Abidah seusai penampilan. Kutipan ini menggambarkan semangat kolaboratif yang kuat di lingkungan kampus dan komunitas seni UNISMA.

Kemenangan Anisa semakin menguatkan rekam jejak positif UKM Seni Islami UNISMA sebagai ruang tumbuh-kembang bakat mahasiswa. Dikutip dari laman resmi bidang kemahasiswaan UNISMA, UKM Seni Islami adalah organisasi kemahasiswaan di lingkungan UNISMA yang menaungi berbagai aktivitas seni Islami dan rutin menampilkan program pembinaan, kompetisi, serta kolaborasi lintas komunitas. Kanal resmi UKM di media sosial turut aktif mengabarkan kegiatan, memperlihatkan kultur organisasi yang hangat, produktif, dan inklusif.

Sebagai konteks kelembagaan, UNISMA merupakan perguruan tinggi swasta di Kota Malang, Jawa Timur, dengan kampus beralamat di Jl. Mayjen Haryono No. 193, Dinoyo, Lowokwaru. Dikutip dari laman resmi universitas dan basis data pendidikan tinggi, alamat dan profil UNISMA tercantum jelas sebagai rujukan publik. Penyebutan ini menegaskan bahwa prestasi yang diraih mahasiswa lahir dari ekosistem kampus yang kondusif dan berorientasi mutu.

Di sisi tuan rumah, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berlokasi di Jl. Laksda Adisucipto, Caturtunggal, Depok, Sleman. Dikutip dari website resmi UIN Sunan Kalijaga, kampus ini menjadi pusat penyelenggaraan festival kebahasaan Arab yang meriah dan kolaboratif, dengan rangkaian kompetisi yang dirancang sebagai wahana penguatan literasi bahasa Arab, komunikasi lintas budaya, dan jejaring antarmahasiswa Asia Tenggara. Profil alamat kampus turut tercantum di halaman kontak resmi dan sejumlah profil lembaga yang kredibel.

Kepala pembina dan pengurus UKM menyampaikan apresiasi atas capaian yang berharga ini. Mereka menekankan bahwa organisasi mahasiswa bukan hanya wadah kegiatan, tetapi juga ruang strategis untuk mengasah bakat, menumbuhkan kepercayaan diri, dan melatih kerja sama tim. Kemenangan Anisa menjadi penguat komitmen UKM untuk terus menghadirkan proses pembinaan yang terencana, adaptif, dan berorientasi prestasi, sembari memelihara nilai-nilai spiritualitas yang menjadi fondasi seni Islami.

Secara konseptual, Sukarabic Fest bukan sekadar arena kompetisi, melainkan juga forum apresiasi budaya yang mendorong dialog lintas komunitas. Dikutip dari pemberitaan resmi UIN Sunan Kalijaga, panitia menegaskan festival memayungi beragam cabang—mulai debat, pidato, esai, kaligrafi, hadrah, hingga Arabic singing—yang didesain untuk memperdalam apresiasi terhadap bahasa Arab sekaligus meneguhkan perannya sebagai bahasa keilmuan dan diplomasi budaya. Model penyelenggaraan ini sangat positif karena menekankan etos kolaborasi dan semangat saling belajar antarperguruan tinggi.

Di Malang, prestasi ini memperoleh sambutan hangat dari sivitas akademika. Pihak kampus memandang keberhasilan Anisa sejalan dengan semangat UNISMA untuk memfasilitasi pengembangan talenta mahasiswa di bidang akademik maupun non-akademik. Dikutip dari laman resmi UNISMA, universitas menekankan orientasi internasional dan kemaslahatan umat dalam pengembangan IPTEKS dan budaya—narasi yang padu dengan misi UKM Seni Islami untuk memasyarakatkan seni yang bernilai, humanis, dan inspiratif.

Bagi Anisa, keberhasilan ini merupakan puncak dari proses persiapan yang serius dan disiplin. Ia mengakui dukungan penuh pembina, rekan-rekan UKM, dan keluarga sebagai energi utama. Secara teknis, tim mematangkan pilihan lagu, penguasaan lirik, interpretasi, serta kontrol emosi panggung agar pesan yang disampaikan menyentuh sekaligus komunikatif. Di luar aspek vokal, pembawaan dan kehadiran panggung (stage presence) juga menjadi perhatian, sehingga totalitas penampilan dapat menorehkan kesan mendalam.

Pada level yang lebih luas, kemenangan di Ghina ‘Araby merefleksikan kontribusi mahasiswa Indonesia dalam ekosistem seni Arab Islami yang tengah berkembang di kawasan. Tren apresiasi musik Arab di Indonesia sendiri sedang naik daun dan mencuri perhatian media regional. Dikutip dari Arab News (31 Juli 2025), musikus Indonesia berhasil menarik perhatian warganet dan media Timur Tengah berkat interpretasi kreatif atas klasik Arab—indikasi bahwa jembatan budaya dapat dibangun melalui musik yang berkualitas dan tulus. Rujukan ini memperlihatkan konteks internasional yang kondusif bagi pengembangan talenta seperti Anisa.

Kemenangan Anisa juga diharapkan menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa UNISMA lainnya untuk aktif berkarya, berkompetisi, dan memperluas jejaring. UKM akan menindaklanjuti dengan program pembinaan berkelanjutan, workshop teknik vokal, serta perluasan panggung penampilan di berbagai ajang seni Islami. Strategi ini diyakini akan melahirkan regenerasi talenta yang konsisten dan berdampak.

Di Yogyakarta, panitia Sukarabic Fest menutup rangkaian kompetisi dengan penuh apresiasi terhadap seluruh delegasi. Momentum pertemuan antarmahasiswa lintas kampus di Asia Tenggara dianggap sangat positif untuk memperkuat persahabatan, kerja sama, dan saling pengertian melalui bahasa dan seni. Dikutip dari kanal resmi Sukarabic Fest, hitung mundur dan pengumuman teknis lomba yang konsisten sejak awal September menumbuhkan antusiasme peserta dan menegaskan tata kelola acara yang rapi.

Dengan torehan Juara 3 di Sukarabic Fest VIII, Anisa Syahrul Abidah menambahkan catatan emas bagi UKM Seni Islami UNISMA dan mengharumkan nama Universitas Islam Malang di kancah regional. Pencapaian ini menegaskan kapasitas mahasiswa UNISMA untuk bersaing secara sehat, sportif, dan berkelas, serta menjadi bukti bahwa seni Islami dapat tampil modern, indah, dan memberdayakan.

Sumber: timesindonesia.co.id