ADB Yakin RI Bisa Keluar dari Middle Income Trap, Dorong Genjot Penerimaan Pajak

Asian Development Bank (ADB) menilai fundamental ekonomi Indonesia baik. Direktur ADB untuk Indonesia, Bobur Alimov, mengatakan perbaikan kondisi ekonomi yang terjadi saat ini bisa berdampak positif terkait peluang keluarnya Indonesia dari middle income trap atau negara berpendapatan rendah.
"Tidak (turun dari middle income trap), hanya akan naik," kata Bobur di IPAL Losari, Makassar, dikutip pada Jumat (23/10).
Bobur mengungkapkan pembangunan di Indonesia juga pesat. Ia mengaku 20 tahun lalu pernah berada di Indonesia saat bertugas sebagai ekonom dari ADB untuk Indonesia. Menurutnya, kondisinya saat itu sudah jauh berbeda dengan sekarang.
"Memang masih ada kemacetan, tetapi sekarang sudah ada MRT. Anda tentu melihat ada tanda-tanda kemajuan itu," ujar Bobur.
Tak hanya pembangunan transportasi, Bobur menyebut fasilitas atau layanan kesehatan di Indonesia terus membaik. Pembangunan juga tidak hanya fokus di Jakarta saja, tetapi di luar wilayah ibu kota tetap diperhatikan.
Namun, Bobur tetap memberi catatan terkait pengelolaan fiskal. Ia mengakui Indonesia masih bisa konsisten mempertahankan rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di level 30-40 persen atau masih aman.
Hanya saja, kata Bobur, kemampuan Indonesia mengumpulkan pajak masih perlu dimaksimalkan lagi karena stagnan di 9 persen sejak 20 tahun lalu.
"Penerimaan pajak Indonesia 20 tahun yang lalu 9 persen, 20 tahun kemudian 9 persen. Pada saat yang sama, Kamboja 20 tahun lalu berada kisaran 9 persen, sekarang 18 persen. Jadi, Indonesia jadi yang terendah di antara negara-negara ASEAN dalam hal penerimaan pajak," tutur Bobur.
