Kumparan Logo

Agensi BTS Melantai di Bursa, Sahamnya Oversubscribed hingga 1.000 Kali Lipat

kumparanBISNISverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
BTS Festa 2019. Foto: Facebook/Bangtan Official
zoom-in-whitePerbesar
BTS Festa 2019. Foto: Facebook/Bangtan Official

BigHit Entertainment yang menaungi boyband asal Korea, Bangtan Boys (BTS), segera melantai perdana (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Saham Korea (KRX) pada 15 Oktober mendatang. Untuk mengawali proses itu, perusahaan telah membuka penawaran awal atau pre-subscription kepada investor institusi.

Dari penawaran yang dibuka selama dua hari itu, BigHit mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribe hingga 1.117 kali. Kelebihan permintaan itu terjadi karena 1.420 investor institusi yang tertarik membeli saham BigHit.

Dilansir dari Reuters, Rabu (30/9), 98 persen investor institusi tersebut bahkan rela membeli saham BigHit pada harga tertinggi, yaitu 135 ribu won atau setara Rp 1,73 juta per sahamnya. Adapun total saham yang bakal ditawarkan sebanyak 7,13 juta saham atau sekitar 962,6 miliar won. Jika dirupiahkan, mencapai Rp 11,8 triliun.

"Big Hit diklasifikasikan sebagai perusahaan ekspor global," kata Analis saham di Yuanta Securities Korea, Park Sung-ho.

Setelah membuka penawaran awal pada investor institusi, BigHit dijadwalkan membuka penawaran awal pada investor retail pada 5-6 Oktober 2020. Penawaran pada investor retail ini juga diprediksi akan oversubscribe.

Para penggemar BTS yang disebut ARMY pun bisa membeli saham ini. Sebab, ketentuan di Bursa Saham Korea, saham yang dibeli tidak ada batas minimal per lot. Publik bisa membelinya meski hanya 1 saham.

BTS bersama co-CEO Big Hit Entertainment, Lenzo Yoon, dalam Grammy Awards 2020. Foto: Instagram/@recordingacademy

Bakal Jadi IPO Paling Sukses di 2020

IPO BigHit akan menjadi yang terbesar di Korea. Sebab dana yang dikumpulkan dari 7,13 juta saham mencapai sekitar 962,6 miliar won atau USD 820 juta. Jika dirupiahkan, dana segar yang bisa diraup agensi sebesar Rp 11,8 triliun, mendekati Celltrion Healthcare yang berhasil mengumpulkan 1 triliun won pada 2017.

Meledaknya penawaran saham yang dibuka untuk investor institusi ini seiring dengan melejitnya karier BTS. Seperti diketahui, bulan lalu boyband beranggotakan 7 orang ini baru saja meluncurkan lagu terbarunya 'Dynamite' yang hingga saat ini sudah ditonton 420 juta kali. BTS juga menduduki posisi teratas di Billboard Amerika Serikat.

BigHit melaporkan perusahaan meraup untung 49,7 miliar won (USD 42,4 juta) pada semester I 2020. Cuan yang didapat ini paling besar berasal dari konser online dan penjualan merchandise di aplikasi Weverse yang lebih besar dibandingkan pembatalan konser selama pandemi COVID-19.

“Tidak hanya mampu membuktikan kemampuannya menggunakan Youtube dan media sosial untuk infiltrasi pasar, BigHit juga memiliki platform fandom Weverse yang memberikan kepastian atas sumber pendapatannya untuk sebuah label dan dapat tumbuh menjadi pemain platform hebat seiring dengan banyaknya artis luar yang bergabung," kata Sung-ho.

IPO ini akan membuat tujuh anggota BTS menjadi pemegang saham tajir karena CEO BigHit Bang Si-hyuk pada Agustus memberi mereka masing-masing 68.385 saham.

Dengan IPO ini, kapitalisasi BigHit bisa mencapai 4,8 triliun won dengan mempertimbangkan saham biasa ditambah saham preferen yang dapat akan dikonversi menjadi saham biasa setelah IPO.

Melihat banyaknya investor yang tertarik pada BigHit, beberapa analis memperkirakan tawaran dari investor ritel bisa mencapai 100 triliun won (USD 85 miliar). Bank sentral Korea mengamati penawaran itu dengan cermat karena kelebihan permintaan besar-besaran untuk saham dapat menyebabkan gejolak melalui pasar uang jangka pendek.