Kumparan Logo

Airlangga Tegaskan Sentimen MSCI Tak Ganggu Investasi KEK

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keteranagn kepada wartawan di Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Senin (19/10/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keteranagn kepada wartawan di Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Senin (19/10/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI) tidak berkaitan dengan investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Hal ini diutarakan Airlangga saat ditanya mengenai realisasi investasi KEK yang baru mencapai 67 persen dari target hingga kuartal III 2026.

Airlangga mengatakan, persoalan MSCI berkaitan dengan tata kelola pasar modal, sementara investasi di KEK saat ini masih berjalan melalui berbagai proyek pembangunan.

“MSCI tidak terkait dengan KEK karena itu hanya untuk terkait dengan governance di capital market,” kata Airlangga di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (21/10).

Berdasarkan paparan Airlangga, realisasi investasi KEK sepanjang Januari hingga 30 September 2026 mencapai Rp 46 triliun atau 67 persen dari target investasi KEK tahun ini sebesar Rp 69,1 triliun. Angka tersebut terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) Rp 33 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 13 triliun.

Airlangga mengatakan realisasi investasi KEK masih berpotensi mencapai target hingga akhir tahun. Pemerintah berharap realisasi investasi dapat mencapai 100 persen pada kuartal IV 2026 karena sejumlah pembangunan masih dalam proses.

“KEK 67 persen sampai Kuartal III, harapannya bisa mencapai 100 persen di Kuartal IV karena semua kan sedang dalam progres pembangunan,” ujarnya.

Secara kumulatif hingga kuartal III 2026, realisasi investasi di kawasan dan pelaku usaha KEK mencapai Rp 382,1 triliun. Nilai tersebut terdiri dari realisasi badan usaha sebesar Rp 39,7 triliun dan pelaku usaha sebesar Rp 342,4 triliun.

Realisasi tersebut tercatat tanpa bersumber dari APBN. Investasi di KEK juga telah menyerap 302.262 tenaga kerja secara langsung maupun tidak langsung yang tersebar di 509 badan usaha dan pelaku usaha.

Meskipun data ini masih bersifat sementara berdasarkan rekapitulasi pelaporan terintegrasi LNSW dan BPS per 20 Oktober 2026.

Khusus sepanjang 2026, penyerapan tenaga kerja di KEK telah melampaui target tahunan. Hingga akhir September, terdapat tambahan 53.190 tenaga kerja dari target 51.315 orang.

Tambahan tenaga kerja tersebut terdiri dari 50.479 tenaga kerja warga negara Indonesia (WNI) dan 2.711 tenaga kerja warga negara asing (WNA).

Airlangga juga menanggapi kabar permasalahan MSCI dengan pasar modal Indonesia. Menurut dia, MSCI bukan satu-satunya lembaga yang memberikan penilaian terhadap pasar modal.

“MSCI, ya tentu ya, MSCI kan itu kan salah satu rating tetapi bukan satu-satunya. Jadi kita ada rating yang lain apakah itu FTSE, ada Russell dan yang lain yang tentu hasilnya berbeda,” tutur Airlangga.