Aramco Bakal Pinjam USD 10 M dari Bank Global di Tengah Konflik Timur Tengah

Perusahaan minyak milik Arab Saudi, Aramco, hampir mencapai kesepakatan dengan sejumlah bank internasional untuk memperoleh pinjaman senilai USD 10 miliar.
Mengutip Bloomberg pada Selasa (27/10), fasilitas kredit bergulir (revolving credit facility) itu dijadwalkan ditandatangan dalam beberapa pekan mendatang.
Sejumlah bank yang akan menyediakan pendanaan ini antara lain Bank of China Ltd., Citigroup Inc., HSBC Holdings Plc, Industrial & Commercial Bank of China Ltd., JPMorgan Chase & Co., dan Mitsubishi UFJ Financial Group.
Aramco sebelumnya mendapat keuntungan dari lonjakan harga minyak selama perang Iran. Perusahaan juga kembali meningkatkan ekspor dan produksi setelah sempat mengalami penurunan pada hari-hari awal konflik.
Namun, perusahaan yang menjadi tulang punggung perekonomian Arab Saudi tersebut menghadapi serangan terhadap infrastrukturnya dalam beberapa pekan terakhir.
Kelompok militan Houthi dari Yaman dilaporkan menargetkan kantor pusat Aramco, sebuah ladang minyak utama, sedikitnya satu kilang minyak, dan pelabuhan penting di Yanbu, pesisir Laut Merah.
Fasilitas kredit baru tersebut diperkirakan memiliki tingkat bunga 60 basis poin di atas Secured Overnight Financing Rate (SOFR). Mereka meminta identitasnya tidak diungkapkan karena pembahasan pinjaman bersifat rahasia.
Juru bicara Citi, HSBC, JPMorgan, Mitsubishi UFJ Financial Group, Standard Chartered, dan Aramco menolak memberikan komentar. Perwakilan Bank of China juga belum tersedia untuk dimintai komentar, sedangkan juru bicara Industrial & Commercial Bank of China belum segera menanggapi permintaan komentar.
Perusahaan-perusahaan energi di kawasan Teluk juga semakin aktif mencari pendanaan berskala besar melalui pasar utang. QatarEnergy, misalnya, memperoleh pinjaman USD 3 miliar pada bulan ini yang sebagian besar berasal dari sejumlah bank China.
Sementara itu, Saudi Energy Co. memperoleh pembiayaan murabahah senilai 15,8 miliar riyal Saudi atau sekitar USD 4,1 miliar pada Juli lalu. Fasilitas pembiayaan yang sesuai dengan prinsip syariah disediakan oleh konsorsium tujuh bank di kawasan Teluk.
Aramco terakhir menandatangani fasilitas kredit bergulir pada 2024. Terdiri dari dua bagian, tranche pertama senilai USD 7 miliar diatur oleh pemberi pinjaman dari AS, Eropa, dan Asia. Sementara itu, tranche kedua senilai USD 3 miliar berbentuk fasilitas murabahah yang didanai oleh bank-bank regional.
