Kumparan Logo

Bahlil ⁠Perintahkan Ekspor Komoditas Energi Tak Perlu Transit via Negara Broker

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, memerintahkan ekspor komoditas energi seperti minyak dan gas bumi maupun mineral dan batu bara, tidak perlu transit via negara tertentu.

Kendati tidak menyebutkan secara rinci negara mana yang dimaksud, Bahlil meminta jajaran Kementerian ESDM untuk mengekspor sumber daya alam (SDA) langsung ke negara tujuan.

"Jangan lagi ada pengiriman sumber daya alam kita kalau kita ekspor ya lewat transit negara tertentu. Ya, saya enggak mau. Enggak boleh lagi sumber daya alam kita dari sektor ESDM," tegas Bahlil saat Minerba Convex 2026, Jakarta, Senin (2/11).

Bahlil mencontohkan, jika negara yang membutuhkan SDA dari Indonesia adalah China, maka proses pengiriman harus langsung ke China, tidak boleh melalui negara lain.

"Kalau kita mau kirim barang ke China, ya dari Jakarta langsung ke China. Tidak boleh dari negara yang itu ya, hanya stempel baru dia bilang ini ekspor by negara dia. Dari mana barang kau? Langsung aja," ujarnya.

Kapal tengker LNG Foto: REUTERS/Issei Kato

Salah satu komoditas yang disinggungnya adalah gas alam cair (liquified natural gas/LNG). Dia sudah memerintahkan Dirjen Migas dan SKK Migas untuk menghindari negara yang menjual kembali impor LNG dari Indonesia.

"Kalau kita mau kirim LNG, contoh ke Jepang atau ke Korea, langsung saja. Kenapa harus pakai negara lain? Mereka dapat pajak, mereka yang mempunyai neraca perdagangan, baru ada bencana sedikit saja sudah gopoh-gopoh kayak orang apa aja," ucap Bahlil.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara yang berdaulat tidak bisa diatur-atur oleh negara perantara atau broker, dan kepentingan nasional tidak bisa ditawarkan kepada negara lain.

"Jadi jangan lagi kita kirim ke sana. Kita kirim langsung, tidak boleh lewat negara-negara perantara. Indonesia ini negara berdaulat. Bukan negara yang bisa diatur-atur oleh siapapun," tandas Bahlil.

Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, saat acara Minerba Convex 2026, Senin (2/11/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Ditemui usai acara, Bahlil menjelaskan rencana memberantas negara perantara ekspor Indonesia bisa dilakukan salah satunya melalui pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

DSI akan menjadi satu-satunya eksportir komoditas SDA strategis Indonesia, meliputi batu bara, kelapa sawit, dan ferroalloy. Skema ekspor satu pintu tersebut akan dimulai pada awal tahun depan.

"Kita dengan DSI koordinasi bagus, kita akan lewat satu pintu lewat DSI, dan tidak perlu lagi lewat transit-transit dimana, bisa langsung ke negara tujuan," tutur Bahlil.

Sebelumnya, Bahlil menduga Singapura menjual kembali alias bertindak sebagai trader atas komoditas gas alam cair atau LNG yang diimpor dari Indonesia.

Ilustrasi pipa gas. Foto: noomcpk/Shutterstock

Pemerintah sebelumnya memotong pasokan ekspor gas pipa Indonesia ke Singapura sebesar 31 BBTUD mulai akhir pekan lalu guna memprioritaskan kebutuhan energi dalam negeri.

Bahlil memastikan pemotongan ekspor gas pipa sekitar 8 persen (31 BBTUD dari total 409,55 BBTUD) tidak melanggar kontrak bilateral karena pengiriman masih berada di atas batas minimum penyaluran yang disepakati.

"Kita harus memprioritaskan kepentingan domestik. Namun jika pasokan dalam negeri sudah mencukupi, tentu kita tetap mengirim ekspor ke negara lain," kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, (30/10).

Setiap tahunnya, Indonesia mengalirkan gas pipa sebesar 409,55 juta british thermal unit per hari (BBTUD) dari wilayah Natuna dan Sumatra. Selain itu, Indonesia mengkonfirmasi pengiriman ekspor LNG ke Singapura mencapai 148 kargo atau setara 1.480 MMSCFD.

"Keyakinan saya, pengiriman 148 kargo itu tidak seluruhnya dikonsumsi Singapura, melainkan sebagian dijadikan sebagai instrumen trading untuk diekspor lagi ke negara lain," ujar Bahlil.