Kumparan Logo

BEI Sebut Penerbitan Obligasi Berbasis ESG Tembus Rp 89,46 Triliun hingga 2026

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iding Pardi hadir dalam acara Investor Daily Summit 2026 di Hotel Raffles Jakarta, Kamis (8/10/2026). Foto: Ave Airiza/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iding Pardi hadir dalam acara Investor Daily Summit 2026 di Hotel Raffles Jakarta, Kamis (8/10/2026). Foto: Ave Airiza/kumparan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan pasar modal Indonesia telah menghimpun pembiayaan berkelanjutan melalui penerbitan obligasi dan sukuk berwawasan lingkungan, sosial, dan keberlanjutan dengan nilai akumulasi mencapai Rp 89,46 triliun sejak 2018 hingga 2026.

Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi, menyatakan pembiayaan tersebut berasal dari 16 penerbit.

“Angka ini menunjukkan pasar kita memiliki peran nyata dalam menumbuhkan keberlanjutan. Namun, ruang pengembangannya masih luas,” kata Iding dalam sambutannya di acara Capital Market Summit & Expo 2026 di Main Hall BEI, Jakarta Selatan, Jumat (6/11).

Iding menyatakan perluasan partisipasi investor, serta peningkatan aktivitas pendanaan di pasar sekunder harus terus dilakukan. Selain melalui penerbitan obligasi dan sukuk, perkembangan investasi berbasis ESG juga terlihat dari dana kelolaan atau asset under management (AUM) ESG fund.

Berdasarkan catatan Iding, dana kelolaan yang mencakup produk reksa dana nonpasif, reksa dana indeks, dan exchange-traded fund (ETF) tercatat sekitar Rp 5,85 triliun hingga September 2026.

“Perusahaan Indonesia juga akan memberikan green equity designation pada tiga perusahaan yang di dalamnya termasuk juga dalam kategori transition,” ucap Iding.

Menurutnya, berbagai inisiatif itu diharapkan dapat membantu investor mengenali pilihan investasi yang sesuai dengan tujuan dan pertimbangan keberlanjutan.

instagram embed

PHEI Luncurkan ESG Bond Index

Dalam acara yang sama, PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) meluncurkan Indonesia ESG Bond Index. Peluncuran indeks ini merupakan upaya memperkuat ekosistem investasi berbasis ESG.

ESG Bond Index mempertemukan kebutuhan pendanaan perusahaan dengan kebutuhan investasi para investor. Perusahaan membutuhkan pembiayaan untuk meningkatkan efisiensi energi, menggunakan teknologi yang lebih bersih, serta memperluas manfaat sosial dari kegiatan usahanya.

“Di sisi lain, investor tentu membutuhkan investasi yang kredibel, pilihan instrumen yang beragam, dan acuan yang berguna nilainya, yang bisa diinvestasikan,” sebut Iding.

Berdasarkan keterbukaan informasi, sebanyak 85 persen perusahaan tercatat di BEI telah menyampaikan laporan keberlanjutan pada 2025.

“Dan selain itu juga lebih dari 61 perusahaan dalam indeks IDX-80 itu telah memiliki komitmen ESG. Nah ini menunjukkan bagaimana komitmen keberlanjutan sudah mendatangkan tempat dan menjadi agenda tersendiri dari perusahaan,” tuturnya.