Kumparan Logo

Berkarya hingga Menemukan Jeda di Joglo Ayu Tenan Binaan Pertamina

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 5 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Booth Joglo Ayu Tenan, UMKM binaan Pertamina, saat memperkenalkan beragam produk kerajinan dalam pameran INACRAFT 2026. Foto: kumparan/Maharani Sagita
zoom-in-whitePerbesar
Booth Joglo Ayu Tenan, UMKM binaan Pertamina, saat memperkenalkan beragam produk kerajinan dalam pameran INACRAFT 2026. Foto: kumparan/Maharani Sagita

Jauh sebelum mengusung konsep creative wellbeing, Joglo Ayu Tenan menjadi tempat berkumpul para perajin aksesori fesyen di Yogyakarta. Di bangunan joglo itu, mereka belajar, mengajar, dan saling berbagi keterampilan.

Yayuk mendirikan Joglo Ayu Tenan pada 2015 untuk menyalurkan kecintaannya pada kegiatan mengajar dan membangun komunitas. Seiring perjalanan usaha, pengalaman pribadinya memberi arah baru bagi Joglo Ayu Tenan.

Perempuan itu bercerita, kondisi sebagai survivor (penyintas) autoimun Guillain-Barré Syndrome (GBS) membuat ia perlu kembali melatih kemampuan sensorik dan motorik sesuai anjuran dokter. Ia kemudian mengembangkan kegiatan bersama komunitas artisan, disabilitas seperti menyulam, menjahit, menganyam, melukis, serta membuka kolaborasi dengan klub menggambar, baca buku, dan lainnya.

Pengalaman tersebut membuatnya menyadari pentingnya meluangkan waktu untuk fokus pada kegiatan yang sedang dikerjakan. Semangat itu kemudian ia hadirkan melalui konsep creative wellbeing space yang dikembangkan dalam dua tahun terakhir di Joglo Ayu Tenan.

Beragam koleksi gelang, anting, dan aksesori dari lini Joglo Ayu Tenan yang dipamerkan dalam ajang INACRAFT 2026. Foto: kumparan/Maharani Sagita

Lewat kegiatan seperti merangkai gelang, membuat kalung, dan mewarnai, pengunjung diajak mengambil jeda dari kesibukan. Joglo Ayu Tenan pun menjadi pilihan wisata kreatif bagi mereka yang ingin menikmati pengalaman berbeda saat ke Jogja.

Yayuk ingin peserta menikmati proses berkarya, mulai dari memilih bahan hingga menyelesaikan rangkaian. Selama kegiatan berlangsung, mereka diajak meletakkan ponsel dan memusatkan perhatian pada apa yang sedang dibuat.

“Jadi kita create sesuatu yang menjauhkan mereka dari handphone-nya. Mereka kita ajak lebih mengaktifkan lima pancaindra dengan rangkaian kegiatan di antaranya meracik teh, menanam tanaman di pot kecil, membuat craft (menyulam, mengikat tali, untuk aksesoris) dan diakhiri dengan mindful eating,” ujar Yayuk saat dihubungi kumparan, Senin (12/10).

Cerita budaya Yogyakarta turut menjadi bagian dari pengalaman tersebut. Bersama tim desain Joglo Ayu Tenan, ia menggali inspirasi dari bangunan, tanaman, dan kisah di sepanjang Sumbu Filosofi Yogyakarta untuk diterjemahkan ke dalam karya.

Pengunjung dapat membawa pulang hasil buatan sendiri beserta cerita di baliknya. Di akhir kegiatan, mereka juga diajak melakukan journaling untuk merefleksikan perasaan setelah berkarya.

instagram embed

Menurut Yayuk, workshop ini menarik minat berbagai kalangan, mulai dari korporat, instansi, akademisi hingga komunitas. Respons tersebut juga membuka peluang untuk ia mengembangkan usaha JAT menjadi Tourist Destination Experience kategori wellbeing atau zen.

Ya, Joglo Ayu Tenan kini memiliki dua lini bisnis, yakni penjualan ritel melalui concept store dan creative activity . Melalui pengamatan Yayuk, ternyata activity bisa mengundang orang datang sekaligus mengenalkan karya para perajin.

“Menurut saya, aktivitas itu mengundang crowd ke toko. Jadi setelah itu mereka akan belanja ke toko sambil ngopi di cafe yang juga kami sediakan,” kata Yayuk.

Untuk mengembangkan usaha, Yayuk terus memperkuat pengetahuan bisnis dan jejaringnya melalui pembinaan Pertamina. Joglo Ayu Tenan resmi menjadi UMKM binaan pada 2018, setelah karyanya meraih penghargaan Best of the Best di INACRAFT 2017.

Koleksi gelang dan anting dengan detail motif dekoratif karya Joglo Ayu Tenan. Foto: kumparan/Maharani Sagita

Saat bergabung, tantangan yang dihadapi berkaitan dengan pemasaran, kapasitas usaha, dan manajemen. Pelatihan melalui UMK Academy membantu Yayuk untuk terus mempelajari pengetahuan bisnis terkini dan networking dengan sesama peserta. Selain itu business matching sangat efektif untuk membuka kesempatan bertemu calon pembeli dan mitra usaha.

“Itu yang sangat terasa adalah business matching dan networking,” ungkapnya.

Jejaring tersebut membantu Joglo Ayu Tenan menjangkau toko dan pembeli di dalam maupun luar negeri. Hubungan dengan perusahaan juga membuka kesempatan untuk mengadakan aktivitas kreatif termasuk corporate merchandise atau gift.

Yayuk juga menjelaskan, pameran turut menjadi ruang untuk memperkenalkan karya dan menjajaki kerja sama. Melalui dukungan Pertamina, Yayuk pernah mengikuti berbagai pameran dalam dan luar negeri seperti Inacraft, TEI Trade Expo Indonesia, dan Tong Tong Fair di Belanda pada 2022. Ia juga kembali berpartisipasi dalam INACRAFT 2026 bersama Joglo Ayu Tenan.

Menurut Yayuk, INACRAFT mempertemukannya dengan pembeli serta calon mitra yang tertarik pada produk dan kegiatan kreatifnya. Sejumlah perusahaan dan toko menyampaikan minat untuk menjajaki kolaborasi.

Bahkan, Yayuk mengungkapkan bahwa produk Joglo Ayu Tenan telah menjangkau sejumlah concept store di Jepang. Pengiriman dilakukan secara rutin, dan Jepang kini menjadi pasar luar negeri terbesar mereka.

Beragam aksesori dengan hiasan manik-manik karya Joglo Ayu Tenan yang dipamerkan di INACRAFT 2026. Foto: kumparan/Maharani Sagita

Di balik perkembangan itu, Joglo Ayu Tenan bertumpu pada kerja sama dengan perajin, perempuan, dan teman-teman disabilitas. Ruang ini juga menerima mahasiswa internship, termasuk dari bidang desain produk, komunikasi dan ekonomi bisnis,

“Karena bagi kami, kalau tidak ada teman-teman ini, kita tidak akan exist sampai di tahap ini. Jadi sebenarnya we are business partner,” ujarnya.

Ke depan, ia ingin mengembangkan kegiatan kreatif untuk kelompok usia senior. Ia membayangkan sebuah senior living club, tempat mereka dapat bertemu, berkarya, dan mengisi waktu dengan aktivitas yang menyenangkan.

Dukungan pelatihan, jejaring, dan akses pasar masih ia butuhkan untuk mengembangkan rencana tersebut. Sementara itu, Joglo Ayu Tenan terus membuka kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati Jogja dengan cara yang lebih personal: mengenal cerita budaya, membuat karya sendiri, dan meluangkan waktu untuk menikmati prosesnya.

Sementara itu, VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan, nilai-nilai lokal dapat menjadi inspirasi pengembangan usaha.

“Program menjadi contoh bagaimana nilai-nilai lokal mampu menghasilkan produk bernilai tambah sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat. Pertamina berkomitmen mendukung UMKM agar tumbuh lebih tangguh, berdaya saing, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Baron.