Kumparan Logo

BI Catat Cadangan Devisa Indonesia Tetap Terjaga di USD 146,8 Miliar

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja berjalan di kawasan Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (3/9/2025). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja berjalan di kawasan Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (3/9/2025). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2026 sebesar USD 146,8 miliar. Angka tersebut relatif stabil dibandingkan posisi akhir September 2026 yang mencapai USD 146,3 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan posisi cadangan devisa tersebut terutama dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa.

Perkembangan itu terjadi di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah yang dilakukan BI. Langkah tersebut ditempuh sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.

“Posisi cadangan devisa pada akhir Oktober 2026 setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah,” ujar Ramdan dalam keterangan resminya dikutip Jumat (6/11).

Ramdan menjelaskan posisi tersebut juga masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. BI menilai cadangan devisa saat ini mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Jumat (16/10/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Lebih lanjut, BI meyakini ketahanan sektor eksternal Indonesia tetap terjaga. Hal ini didukung oleh cadangan devisa yang memadai serta potensi aliran masuk modal asing seiring persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang masih menarik.

“BI juga akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk menjaga ketahanan eksternal dan stabilitas perekonomian guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkas Ramdan.

instagram embed