Bisnis Matching ISEF Tembus Rp 3,2 Triliun, BI Ungkap Dampak Ekonominya

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Solikin M. Juhro mengungkapkan, capaian bisnis matching atau penjajakan bisnis dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 tahun 2026 mencapai Rp 3,2 triliun hingga Minggu (18/10).
Capaian tersebut menjadi salah satu hasil dari penyelenggaraan ISEF yang berlangsung selama lima hari. Selain bisnis matching, ISEF juga mencatat nilai transaksi sebesar Rp 13,8 miliar dengan jumlah pengunjung mencapai sekitar 93 ribu orang hingga Sabtu malam.
Solikin menyampaikan, capaian tersebut dalam penutupan ISEF 2026. Menurut dia, hasil tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan, termasuk dalam pembiayaan dan perdagangan syariah.
“Dan capaian bisnis matching atau bisnis deal sebesar 3,2 triliun rupiah. Dan ini menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan termasuk pembiayaan dan perdagangan syariah,” kata Solikin di JCC Senayan, Minggu (18/10).
Meski demikian, Solikin menekankan bahwa keberhasilan ISEF tidak cukup diukur dari besarnya nilai transaksi maupun kesepakatan bisnis yang tercapai. Hal yang lebih penting adalah memastikan aktivitas tersebut memberikan manfaat nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut dia, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah perlu diarahkan untuk memperluas kesempatan masyarakat dalam berpartisipasi dan menikmati manfaat pertumbuhan ekonomi.
Solikin mengatakan, pembiayaan syariah perlu terhubung dengan aktivitas produktif. Dengan demikian, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat berkembang, lapangan kerja tercipta, serta rantai nilai halal semakin kuat.
“Capaian ini mencerminkan aktivitas yang terbangun dan tentunya ke depan yang terpenting adalah memastikan capaian tersebut memberikan manfaat nyata bagi perekonomian serta kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, otoritas keuangan, industri, dunia usaha, pesantren, akademisi, dan masyarakat dalam mengembangkan ekonomi syariah. Menurut Solikin, tidak ada satu institusi yang dapat bekerja sendiri untuk mewujudkan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.
ISEF ke-13 tahun 2026 mengusung semangat akselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah melalui sinergi dan transformasi digital. Rangkaian kegiatan tersebut mencakup penguatan ekosistem halal, modest fashion, industri halal, pariwisata ramah muslim, pemberdayaan komunitas perempuan, hingga perluasan akses pembiayaan dan perdagangan.
