Bongkar BUMN Ala Erick Thohir, Selanjutnya Giliran WIKA

Menteri BUMN Erick Thohir kembali merombak kepengurusan BUMN karya. Setelah empat BUMN dirombak mulai dari PT Adhi Karya Tbk (Persero), PT PP Tbk (Persero), PT Hutama Karya (Persero), dan PT Waskita Karya Tbk (Persero) pekan lalu, kini giliran PT Wijaya Karya Tbk (Persero).
Kemarin, bertempat di Jakarta, Erick merombak enam dari tujuh direksi. Kursi komisaris pun tak luput dari pergeseran. Berikut kumparan rangkum, Selasa (9/6).
1. Enam Direktur Kena Rombak, Termasuk Dirut Tumiyana
Kursi direksi paling banyak mengalami perubahan. Misalnya, Dirut Tumiyana harus dicopot dan digantikan Agung Budi Waskito. Agung sebelumnya menjabat sebagai Direktur Operasi I WIKA alias naik jabatan. Sedangkan posisi Agung Budi diisi oleh Hananto Aji.
Direktur Quality, Health, Safety, and Environment diganti dari sebelumnya Danu Prijambodo menjadi Rudy Hartono. Sedangkan Direktur Human Capital dan Pengembangan diganti menjadi Mursyid karena Novel Arsyad menjadi Dirut PT PP Tbk (Persero).
Untuk Direktur Direktur Operasi II diganti menjadi Harum Akhmad Zuhdi dari sebelumnya Bambang Pramudjo. Terakhir, Direktur Operasi III diganti menjadi Sugeng Rochadi karena Destiawan Soewardjono jadi Dirut PT Waskita Karya Tbk (Persero) I Gusti Ngurah Putra. Hanya Direktur Keuangan Ade Wahyu yang tak bergeser.
2. Komut WIKA Ikut Dicopot
Di posisi komisaris, Erick juga merombak banyak orang, salah satunya komisaris utama Imam Santoso digantikan Jarot Widyoko.
Tiga kursinya yang diganti adalah Komisaris Freddy Saragih menjadi Firdaus Ali. Lalu Komisaris Independen diganti Adityawarman dari sebelumnya Achmad Hidayat dan Komisaris Independen Harris Arthur Hedar dari sebelumnya Illiana Arifiandi.
3. Semua Dirut Dicopot dalam Perombakan BUMN Karya
Dengan dirombaknya kepengurusan Wijaya Karya, total ada lima BUMN karya yang berganti kepengurusan. Dalam perombakan, semua direktur utamanya dicopot.
Dalam pencopotan itu, ada yang kembali lagi menjadi direktur utama di BUMN karya lainnya, jadi hanya berganti kursi perusahaan.
Posisi itu didapat Budi Harto yang sebelumnya dicopot dari jabatan Dirut Adhi Karya, selang sehari kemarin kemudian dia diangkat menjadi Dirut Hutama Karya.
Sedangkan Dirut Hutama Karya yang dicopot, yakni Bintang Perbowo, belum menempati posisi baru. Bisa jadi, dia tak lagi dipakai Erick memimpin BUMN.
Lalu di PT PP, Erick juga mencopot Lukman Hidayat dari jabatan dirut. Posisinya digantikan oleh Novel Arsyad yang merupakan Direktur SDM dan Pengembangan di WIKA.
Di PT Waskita Karya, Erick mendepak I Gusti Ngurah Putra dari kursi empuk dirut. Posisi tersebut lantas digantikan oleh Destiawan Soewardjono yang merupakan Direktur Operasional III WIKA.
Lalu di WIKA, Erick mencopot Tumiyana dan menggantikan posisi dirut dengan Agung Budi Waskito. Agung naik jabatan dari sebelumnya Direktur Operasional I WIKA.
Dari kelima orang baru tapi wajah lama yang menduduki kursi nomor satu BUMN-BUMN karya, mereka semua pernah kerja di WIKA, termasuk Budi Harto yang pernah menjabat wakil direktur sebelum dia menjadi Dirut Adhi Karya.
