Bursa Saham Kompak Negatif Setelah Donald Trump Positif Virus Corona

Kabar Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, positif terjangkit virus corona berpengaruh sebaliknya ke sejumlah bursa saham Asia. Ketika Trump positif, bursa saham di Asia malah ramai-ramai negatif.
Dipantau dari Financial Times pada perdagangan Jumat (2/9), hingga pukul 12.30 WIB indeks di bursa saham Tokyo mencatatkan kinerja negatif. Indeks Nikkei 225 terkoreksi 0,6 persen, tren yang sama juga terjadi pada indeks Topix yang melemah 0,88 persen.
Demikian juga dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini, Jumat (2/10), berakhir di zona merah, turun 36,354 poin (0,73 persen) ke 4.933,740.
Sejumlah bursa utama Asia lainnya seperti di China, Hong Kong, Taiwan, India, dan Korea Selatan tak terimbas negatif dari dampak positifnya Trump, karena bursa tersebut sedang tutup untuk tanggal merah.
Kontrak Berjangka AS Ikut Negatif
Sementara itu kontrak berjangka di bursa saham Wall Street juga kompak negatif. Kontrak berjangka mini S&P 500 melemah 52 poin, Dow Jones terkoreksi 418 poin, dan kontrak FTSE 100 melemah 56 poin.
Sebelumnya Donald Trump mengumumkan sendiri bahwa dia positif terjangkit virus corona, bersama istrinya Melania Trump. Pengumuman itu disampaikan Trump melalui akun twitter pribadinya.
Trump melakukan tes setelah salah satu ajudan terdekatnya, yakni Hope Hicks, dinyatakan positif Covid-19. Hasil tes Donald Trump ternyata sama.
“Malam ini, @FOTUS dan saya dinyatakan positif COVID-19. Kami akan memulai proses karantina dan pemulihan kami segera. Kami akan melewati ini bersama!,” tulis Donald Trump seperti dikutip dari akun resmi Twitternya, Jumat (2/10).
