Kumparan Logo

Christine Lagarde Mundur dari Jabatan Presiden Bank Sentral Eropa

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde saat penutupan Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018 di Nusa Dua Bali, Minggu (14/10/2018). Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde saat penutupan Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018 di Nusa Dua Bali, Minggu (14/10/2018). Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Presiden Bank Sentral Eropa atau European Central Bank (ECB), Christine Lagarde, mengundurkan diri dari jabatan tersebut pada 7 Februari 2027. Keputusan ini disampaikan kepada para pembuat kebijakan dan staf ECB menjelang berakhirnya masa kepemimpinannya.

Lagarde mengatakan memimpin ECB merupakan suatu kehormatan, sekaligus tanggung jawab besar. Selama menjabat, ia berupaya menjaga stabilitas harga dan stabilitas keuangan di kawasan Eropa.

“Saya ingin menjaga stabilitas harga dan keuangan serta memastikan ECB tetap kuat. Saya merasa telah meninggalkan institusi ini dalam kondisi yang baik dan siap menghadapi masa depan,” ujar Lagarde dalam postingan Instagram @christinelagarde, Kamis (29/10).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah mendukung pelaksanaan misi ECB selama masa kepemimpinannya. Lagarde berharap bank sentral tersebut dapat melanjutkan tugasnya dengan baik setelah pergantian kepemimpinan.

Menanggapi keputusan tersebut, Presiden Dewan Eropa Antònio Costa mengatakan telah menerima informasi langsung dari Lagarde mengenai rencana pengunduran itu. Costa menghormati dan menyampaikan apresiasi atas dedikasi Lagarde sejak menjabat sebagai Presiden ECB pada November 2019.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Madame Lagarde atas dedikasi beliau sebagai Presiden ECB sejak November 2019,” kata Costa dalam keterangan resminya.

Menurut Costa, kepemimpinan Lagarde berperan penting dalam menghadapi berbagai tantangan yang melanda Eropa, mulai dari pandemi global, perang di Eropa, krisis energi, hingga guncangan inflasi. Dalam situasi tersebut, Lagarde dinilai mampu menjaga stabilitas dan ketahanan kawasan euro.

Costa menjelaskan proses penunjukan pengganti Lagarde akan dimulai pada hari pengumuman tersebut disampaikan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan transisi kepemimpinan ECB berjalan lancar dan tidak mengalami penundaan.

Dewan Eropa akan mengambil keputusan mengenai pengganti Presiden ECB sesuai prosedur yang diatur dalam Pasal 283 ayat (2) Perjanjian tentang Fungsi Uni Eropa.

“Guna memastikan transisi yang lancar menuju kepemimpinan ECB berikutnya, proses penunjukan pengganti beliau akan dimulai hari ini dan dilaksanakan tanpa penundaan,” ujar Costa.