Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mentan Ungkap NTP Tembus 131 dan Stok Beras Tertinggi

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memaparkan sejumlah capaian Kementerian Pertanian (Kementan) selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Salah satunya, nilai tukar petani (NTP) yang mencapai angka 131, tertinggi sepanjang sejarah menurut Amran.
Menurut Amran, NTP merupakan indikator untuk mengukur kesejahteraan petani. Semakin tinggi NTP, secara umum semakin baik posisi tukar petani.
“Ini sesuatu yang baik bagi petani, kenapa? Harga pupuk turun 20 persen, pertama dalam sejarah. Itulah kebijakan Bapak Presiden Prabowo,” kata Amran kepada wartawan di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Senin (19/10).
Selain NTP, Amran menyoroti peningkatan kinerja perdagangan pertanian. Pada 2025, nilai ekspor pertanian tercatat Rp 166 triliun dan impor turun Rp 41 triliun.
“Ekspor kita naik. 2025 itu Rp 166 triliun, impor kita turun Rp 41 triliun. Rp 208 triliun tambahan nilai dengan kebijakan-kebijakan sektor pertanian,” ujarnya.
Amran juga menyebut stok beras nasional saat ini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah. Ketersediaan beras tersebut turut membuka peluang ekspor. Ia mengungkapkan, Indonesia baru-baru ini menerima permintaan beras dari salah satu negara, tetapi negara tujuan tersebut masih dirahasiakan.
“Tunggu aja beritanya besok atau lusa. Kemarin telepon salah satu negara meminta beras,” kata Amran.
Selain meningkatkan produksi dan ekspor, Amran mengatakan Kementan berupaya membangun ekosistem pangan yang menghubungkan produksi pertanian dengan kebutuhan industri dan peternakan.
Salah satu skema yang dicontohkan ialah menghubungkan petani jagung dengan peternak sebagai pembeli atau off-taker hasil panen. Skema tersebut diharapkan membantu memastikan hasil produksi terserap pasar.
“Yang terpenting adalah bagaimana membangun ekosistem. Ekosistem contoh, peternakan kita rancang, petani jagung memproduksi jagung, off-taker-nya peternak,” ujar Amran.
Kementan juga membahas rencana pembangunan pabrik telur untuk menyerap kelebihan produksi, dengan dukungan MBG dan pihak lainnya yang akan berperan sebagai off-taker.
Amran juga meminta Perum Bulog mempercepat penyelesaian program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung untuk kebutuhan pakan.
Masuk Tahun Ketiga, Kementan Kedatangan Wamentan Baru
Memasuki tahun ketiga pemerintahan, Amran akan dibantu oleh Wamentan II yang baru, Alim Setiawan Slamet yang dilantik menggantikan Sudaryono pada Kamis (15/10) untuk mengejar target swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Alim, yang sebelumnya menjabat sebagai Rektor IPB University dan memiliki latar belakang akademisi di bidang pertanian, akan berfokus pada peningkatan produktivitas kedelai, perluasan areal tanam (PAT), dan pengembangan produksi bawang putih yang hingga kini belum mencapai swasembada. Ia juga ditugaskan memperkuat kolaborasi Kementan dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Sementara, Wamentan I Letjen TNI (Purn.) Saleh Mustafa disebut Amran akan berfokus pada pelaksanaan program pompanisasi dan pencetakan sawah.
“Ini pembagiannya, satu dari TNI, yang satunya dari akademisi,” sebut Amran, merujuk kepada dua wakilnya.
Dalam kesempatan yang sama, Alim mengatakan dirinya akan membantu Mentan mewujudkan target pemerintah melalui peningkatan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan sektor pertanian.
“Orientasinya adalah bagaimana kita mengurangi impor, itu saya kira orientasinya untuk peningkatan produktivitas,” katanya.
Selain menjaga capaian swasembada yang telah diraih melalui pertanian modern, Alim menegaskan peningkatan produksi kedelai dan bawang putih menjadi salah satu fokus kerjanya. Komoditas lain akan dikaji lebih lanjut sesuai kebutuhan dan target Kementan.
