Faisal Basri: Pemerintah Frustrasi Kelola Ekonomi Karena Covid-19

Ekonom senior Faisal Basri menilai saat ini sektor keuangan relatif solid, meskipun ada beberapa bank buku 1 dan 2 kesulitan likuiditas. Menurut dia kesulitan tersebut juga dirasakan sektor lain kalau pandemi Covid-19 tak kunjung selesai ditangani.
Faisal menegaskan untuk membuat ekonomi stabil harus diselesaikan dulu masalah virus corona. Sehingga ia menilai revisi UU BI dan Perppu Reformasi Keuangan bukan prioritas.
"Jadi apa sih yang jadi masalah sekarang? Pengendali kebijakan ekonomi di pemerintah termasuk BI, Menteri Keuangan, dan sebagainya ini, analisis saya itu rada frustrasi mengelola ekonomi ini karena mereka tidak punya kuasa untuk mengontrol dan melakukan apa pun dalam mengatasi sumber masalah, yakni COVID," kata Faisal saat webinar yang diselenggarakan INDEF, Kamis (1/10).
Faisal mengatakan para pengendali kebijakan ekonomi sebenarnya mempunyai banyak instrumen khususnya terkait fiskal. Namun, tidak semua instrumen itu bisa dimaksimalkan untuk menyelesaikan masalah Covid-19.
"Sehingga mereka menjadi pemadam kebakaran yang makin lama logistik yang mereka miliki itu tergerus atau terkikis. Oleh karena itu mereka mencari instrumen lain yang belum ada dalam bentuk penguatan negara, penguatan pemerintah untuk mengambil alih dalam tanda petik segala instrumen yang dimungkinkan secara lebih cepat," ujar Faisal.
Selain itu, menurut Faisal pemerintah saat ini sedang mengkaji penguatan sektor keuangan. Kajian itu termasuk pengintegrasian mikro dan makro. Namun, hasil kajiannya belum diketahui publik.
Faisal merasa sektor keuangan, khususnya terkait koordinasi seperti OJK dan BI sebetulnya baik-baik saja. Sehingga yang diperlukan saat ini bukan Perppu Reformasi Keuangan tapi terkait penanganan virus corona.
"Yang dipentingkan bukan apa-apa, bukan Perppu macam ini, tapi Perppu mengatasi COVID secara tuntas. Diperlukan panglima perang yang sigap dan sebagainya," tutur Faisal.
***
Saksikan video menarik di bawah ini.
