Kumparan Logo

Harga Komoditas Kompak Turun: Minyak Melemah 0,79%, Timah Anjlok 2,01%

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi timah. Foto: PT Timah
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi timah. Foto: PT Timah

Harga sejumlah komoditas bergerak di zona merah pada perdagangan Kamis (29/10). Harga minyak dunia, batu bara, minyak kelapa sawit (CPO), nikel, hingga timah kompak melemah.

Minyak

Harga minyak turun pada perdagangan Kamis (29/10) dalam sesi yang berfluktuasi. Harapan berlangsungnya perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran meredakan sebagian kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak di Timur Tengah.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent ditutup turun 44 sen atau 0,38 persen menjadi USD 114,88 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup melemah 78 sen atau 0,76 persen ke level USD 102 per barel.

Kedua acuan harga minyak itu sempat turun lebih dari USD 2 per barel pada awal perdagangan. Penurunan ini menghapus sebagian kenaikan pada perdagangan Rabu (28/10), ketika harga Brent naik 1,3 persen dan WTI menguat 3 persen.

Ilustrasi kilang minyak di tengah laut. Foto: Shutterstock

Batu Bara

Harga batu bara juga terpantau menurun pada penutupan perdagangan Kamis. Harga batu bara ICE Newcastle untuk kontrak November 2026 berdasarkan situs Barchart turun 1,44 persen menjadi USD 150,35 per ton.

CPO

Harga minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) juga turun pada penutupan perdagangan Kamis. Berdasarkan situs tradingeconomics, harga CPO turun 0,86 persen menjadi MYR 4.627 per ton.

Ilustrasi tambang nikel. Foto: REUTERS/Yusuf Ahmad

Nikel

Harga nikel pun turun pada penutupan perdagangan Kamis. Harga nikel berdasarkan London Metal Exchange (LME) turun 0,44 persen menjadi USD 15.536 per ton.

Timah

Kemudian, harga timah terpantau merosot pada penutupan perdagangan Kamis. Harga timah berdasarkan situs London Metal Exchange (LME) anjlok 2,01 persen menjadi USD 49.697 per ton.