IA-ITB Dorong Penguatan Investasi dan SDM untuk Percepat Pembangunan Papua

Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) Pengurus Daerah Papua dan Papua Barat mendorong penguatan investasi, pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal, serta kolaborasi multipihak guna mengoptimalkan potensi mineral dan migas sebagai penggerak pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua.
Hal tersebut menjadi fokus Seminar Nasional bertema "Potensi Mineral dan Migas sebagai Akselerator Pembangunan di Tanah Papua" yang diselenggarakan IA-ITB Papua dan Papua Barat di Jakarta, Rabu, (21/10).
Ketua IA-ITB Papua dan Papua Barat, Hengky Rumbino, mengatakan, pemanfaatan potensi mineral dan migas Papua membutuhkan perencanaan jangka panjang, dukungan kebijakan, serta sinergi antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat.
"Potensi mineral dan migas Papua harus menjadi penggerak pembangunan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Keberlanjutan investasi perlu berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas SDM lokal, penguatan ekonomi daerah, dan pemerataan manfaat pembangunan," kata Hengky.
Hengky menilai pengalaman investasi skala besar, seperti pertambangan PT Freeport Indonesia (PTFI) di Papua Tengah dan proyek gas Tangguh di Papua Barat, membuktikan peran vital industri pertambangan dan migas dalam menggerakkan ekonomi daerah serta membuka lapangan kerja.
Meski demikian, pengembangan investasi baru masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur, tingginya biaya logistik, ketersediaan energi, serta kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal.
Pada kesempatan yang sama, Direktur dan Executive Vice President Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma menekankan bahwa pengelolaan sumber daya alam tidak hanya berfokus pada besarnya nilai investasi, tetapi juga pada dampak nyata bagi masyarakat.
"Di PTFI, kegiatan pertambangan turut menggerakkan sektor ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, belanja lokal, kemitraan dengan UMKM, penguatan rantai pasok, kontribusi fiskal, serta peningkatan nilai tambah mineral melalui hilirisasi di dalam negeri," terang Claus.
Claus menambahkan, kepastian investasi jangka panjang diperlukan untuk mendukung keberlanjutan industri, yang harus berjalan berdampingan dengan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab serta penghormatan terhadap kearifan lokal.
Selain investasi, seminar ini menyoroti pentingnya keterlibatan badan usaha milik daerah (BUMD) melalui skema participating interest di sektor migas, peningkatan manfaat keuangan bagi daerah penghasil, serta pelatihan vokasi bagi masyarakat Papua.
Sementara itu, Ketua Panitia Seminar Nasional IA-ITB Papua dan Papua Barat Paul Antoh menjelaskan, pemilihan Jakarta sebagai lokasi seminar bertujuan memperkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
"Sinergi ini penting untuk mendorong percepatan pembangunan di Tanah Papua yang selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto," ujar Paul.
