Kumparan Logo

Indonesia Jajaki Kolaborasi dengan Singapura, Buat Konser Sekelas Taylor Swift

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penggemar melihat layar video besar yang mempromosikan pertunjukan penyanyi AS Taylor Swift di luar Tokyo Dome sesaat sebelum dimulainya leg pertama "Eras Tour" Asia-Pasifik di Tokyo pada 7 Februari 2024. Foto: Richard A.Brooks / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Penggemar melihat layar video besar yang mempromosikan pertunjukan penyanyi AS Taylor Swift di luar Tokyo Dome sesaat sebelum dimulainya leg pertama "Eras Tour" Asia-Pasifik di Tokyo pada 7 Februari 2024. Foto: Richard A.Brooks / AFP

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menjajaki potensi kolaborasi dengan pemerintah Singapura untuk menghadirkan konser-konser musisi kelas dunia, berkaca dari perhelatan konser Taylor Swift.

Sandiaga mengatakan, dia telah menemui Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan sekaligus Pejabat Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Grace Fu Hai Yien.

Keduanya membahas potensi kolaborasi antara Indonesia dan Singapura dalam menghadirkan berbagai kegiatan berkelas internasional, terutama konser-konser yang menghadirkan musisi kelas dunia.

"Karena berkaca dari penyelenggaraan konser penyanyi Taylor Swift di Singapura baru-baru ini, perekonomian Singapura mengalami peningkatan karena pengeluaran para penonton konser ini lima kali lipat lebih besar dibanding wisatawan biasa," ujarnya dikutip dari Antara, Senin (11/3).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno dan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan sekaligus Pejabat Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Grace Fu Hai Yien. dok. Antara

Oleh karena itu, kata Sandiaga, pemerintah Indonesia saat ini tengah menyiapkan Indonesia Tourism Fund sebagai penyedia dana pendamping dan insentif bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif domestik.

"Strateginya kita menawarkan insentif khusus bagi para promotor atau event organizer yang akan mendatangkan atraksi internasional di Indonesia," imbuh Sandiaga.

Sandiaga melanjutkan, insentif ini tidak hanya diberikan kepada penyelenggara konser musik saja, namun juga untuk penyelenggaraan kegiatan kebudayaan dan olahraga.

Selain insentif, pihaknya akan bekerja sama lintas kementerian dan lembaga untuk menyiapkan infrastruktur penunjang, digitalisasi perizinan, peningkatan sumber daya manusia (SDM), dan pemberantasan calo untuk meningkatkan persaingan Indonesia dengan negara Asia Tenggara lain dalam menghadirkan perhelatan berkelas internasional.

"Kami meyakini dengan digitalisasi perizinan konser atau perizinan satu pintu, promotor tidak akan mengalami kesulitan dan dapat mengeluarkan biaya yang lebih murah selama pengajuan izin. Mekanisme ini juga akan memangkas alur perizinan serta membuat proses yang ada menjadi lebih transparan," tuturnya.

Meski demikian, Sandiaga menilai musisi nasional sebenarnya juga tidak kalah berkualitas dengan musisi-musisi internasional. Terlebih, Indonesia memiliki banyak festival-festival musik, sehingga musisi lokal juga berkesempatan mendapat panggung di negeri sendiri.

instagram embed