Kemendag Dorong 200 UKM Kerajinan Tembus Pasar Kanada

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong 200 usaha kecil dan menengah (UKM) kerajinan (handicraft) menembus pasar Kanada melalui proyek Trade for Resilient, Inclusive and Sustainable Economic Growth (TRISEG).
Proyek yang dijalankan bersama Trade Facilitation Office (TFO) Canada ini ditargetkan menghasilkan 20 kesepakatan pasar baru dan 20 pembeli baru dari Kanada.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengatakan proyek ini penting untuk membuka peluang lebih luas bagi ekspor kerajinan Indonesia ke Kanada dan sekitarnya.
“TFO ini banyak sekali yang akan diberikan, baik itu peningkatan kapasitas terkait dengan desain produk, kemudian pengetahuan mengenai pasar di Kanada, juga cara membuat penetapan harga, dan menghubungkan dengan pembeli-pembeli dari Kanada,” jelasnya saat peluncuran, Selasa (3/11).
Sementara itu Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Kemendag, Deden Muhammad Fajar Shiddiq, menjelaskan TRISEG pertama kali diluncurkan pada 2022 dan mencakup 16 negara dengan 3.200 UKM yang terlibat untuk mengakses pasar global, termasuk Kanada.
“Di Indonesia, proyek TRISEG ditandatangani pada Oktober 2026 untuk jangka waktu 5 tahun hingga Maret 2030, dengan hibah sebesar CAD 334.783 dari TFO, didukung oleh asosiasi bisnis, para eksportir, dan juga Eximbank Indonesia,” tuturnya.
Selama proyek berjalan, 200 UKM Indonesia akan dilibatkan. Mayoritas pemiliknya perempuan.
“Dua pertiga dari 200 UKM dipimpin atau dimiliki oleh perempuan. Jadi, perdagangan inklusif ini akan diimplementasikan dalam proyek TRISEG hari ini,” tutur Deden.
Jelang ICA-CEPA
Kerja sama ini berjalan menjelang implementasi Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) pada 1 Desember 2026. Perjanjian itu ditandatangani pada 24 September 2025.
Menurut Deden, ekspor kerajinan tangan Indonesia ke Kanada pada 2025 mencapai USD 8,41 juta, naik 21,8 persen dibandingkan 2024. Hingga Agustus 2026, nilainya USD 8,15 juta, naik 46,5 persen dibandingkan periode yang sama 2025.
Meski tumbuh, porsi kerajinan Indonesia di Kanada masih kecil. Total impor produk kerajinan tangan Kanada mencapai USD 700,7 juta. Dibandingkan ekspor Indonesia sebesar USD 8,41 juta, pangsa pasar kerajinan tangan Indonesia di Kanada hanya 1,2 persen.
