Luhut & UEA Teken 9 Kerja Sama, dari Kilang Minyak hingga Terminal Pelabuhan

Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) menandatangani sembilan perjanjian kerja sama mulai dari kilang minyak, pertahanan, hingga terminal pelabuhan.
Kerja sama sembilan proyek ini disaksikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Energi UEA Suhail al Mazrouei dalam Business Forum yang merupakan rangkaian acara Indonesia-Emirates Amazing Week 2021
Luhut mengatakan, proyek yang ditandatangani pertama adalah penanaman mangrove. Pemerintah berencana menanam 620 ribu hektar mangrove dan akan dibangun tahun ini 150 ribu hektar. Sebagian proyek ini akan bekerja sama dengan UAE.
"Kedua, kerja sama Cooperation in the field of Creative Economy. Ketiga, Technical Arrangement on World Conference on Creative Economy tadi juga sudah ditandatangani," kata Luhut dalam konferensi pers bersama Suhail di Jakarta, Jumat (5/3).
Keempat, tanda tangan Joint Venture antara DP World dan PT Maspion. Dalam kerja sama ini, DP World dan Maspion akan membangun pelabuhan peti kemas internasional di kawasan industri Gresik, Jawa Timur.
Luhut menyebut, nilai proyek ini mencapai sekitar USD 1,2 miliar. Dengan kerja sama ini, katanya, akan menurunkan biaya logistik di pelabuhan hingga puluhan persen.
Kelima, tanda tangan World Logistic Passport Agreement. Keenam kerja sama antara PT Pindad (Persero) dan Caracal di bidang pertahanan. Kerja sama industri pertahanan ini juga dihadiri Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
"Kita banyak membangun membuat short arrival. Kita akan jadi gunakan bersama, lakukan studi bersama mengembangkan drone dan macam-macam untuk digunakan 2 negara. Menhan hadir dan sudah tanda tangan," ujar Luhut.
Ketujuh, menindaklanjuti kerja sama Pertamina dan Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) dalam pembangunan Kilang Balongan dan LPG. Suhail menyebut untuk pembangunan infastruktur LPG di sana sekitar USD 2-2,5 miliar.
Kedelapan Lulu Lease Agreement. Kesembilan penandatangan Letter of Intent (LOI) antara UEA dengan Gubernur Aceh Nova Iriansyah untuk pengelolaan beberapa pulau oleh UEA sebagai tempat wisata.
"Di mana nanti ada beberapa pulau yang akan jadi tujuan turis di sana dan ini akan segera selesaikan. Jadi Pak Gubernur Aceh tadi sudah tanda tangani dan ini jadi hubungan baik kedua negara," ucap Luhut.
Dalam kesempatan yang sama, Suhail mengungkapkan kerja sama ini sejumlah proyek ini merupakan indikasi yang baik bagi hubungan kedua negara. Apalagi, Indonesia telah mengeluarkan UU Cipta Kerja dan baru saja membentuk Lembaga Pengelola Investasi (LPI).
"Kami telah melihat penandatanganan pemerintah dan sektor swasta. Itu merupakan indikasi yang baik dari Pak Luhut dan tim di sini memberikan kepada investor internasional hal menarik dan kami berharap bisa lebih banyak lagi yang dilakukan kedua negara," ujar Suhail.
