Kumparan Logo

Menkeu Sebut Modal Asing Masuk Rp 126 T, tapi Pasar Saham Masih Tertekan

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Keuangan Suahasil Nazara di sela-sela gelaran Rapimnas Kadin Indonesia di Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2026). Foto: Widya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan Suahasil Nazara di sela-sela gelaran Rapimnas Kadin Indonesia di Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2026). Foto: Widya/kumparan

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengatakan arus modal asing yang masuk ke Indonesia atau capital inflow mencapai Rp 126 triliun hingga akhir Oktober 2026.

Suahasil mengatakan capital inflow terjadi melalui instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Menurutnya, dua instrumen itu masih cukup menarik di mata investor.

"Kami laporkan kepada Bapak Presiden bahwa terjadi inflow sampai saat ini masih inflow sekitar Rp 126 triliun sepanjang tahun dari Januari sampai dengan akhir Oktober kemarin, dan ini adalah inflow yang baik, namun kita tetap menginginkan bahwa pasar saham kita itu diperbaiki," jelasnya usai Taklimat Presiden RI di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/11).

Sementara itu, lanjut Suahasil, pasar saham masih mengalami arus modal keluar alias capital outflow sejak awal tahun ini. Dia berharap terdapat perbaikan iklim pasar saham domestik sehingga investor asing kembali tertarik.

"Pasar saham memang masih terjadi capital outflow dengan berbagai macam perkembangan yang sejak awal tahun. Kita berharap bahwa pasar saham kita nanti akan lebih baik, dan kemudian nanti mulai juga memberikan capital inflow menjadi daya tarik untuk masuknya modal ke dalam negeri," tutur Suahasil.

Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (30/10/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Di sisi lain, Suahasil juga menyebut imbal hasil (yield) suku bunga SBN mulai meningkat imbas gejolak geopolitik dan perekonomian global, termasuk kenaikan harga minyak mentah yang sempat mencapai USD 114 per barel.

Oleh karena itu, dia menyebut pemerintah harus mengantisipasi gejolak tersebut yang berdampak pada melebarnya anggaran negara.

"Kami melihat bahwa kalau di pasar SBN itu suku bunga SBN yield-nya itu juga mulai meningkat, ini adalah karena efek dari luar negeri yang di dunia ini, kan, terlihat bahwa harga minyak itu meningkat, meskipun dalam beberapa hari ini agak turun, ya," tegas Suahasil.

Dengan demikian, Suahasil menyebut Presiden Prabowo Subianto meminta ada perbaikan pasar saham serta peningkatan investasi asing atau Foreign Direct Investment (FDI).

"Namun yang lebih penting adalah sebenarnya foreign direct investment, jadi investasi di project-project yang sifatnya langsung, investasi langsung di Indonesia," tandasnya.