Menperin: Rasio Kepemilikan Mobil RI Baru Capai 99 Unit per 1.000 Penduduk

Menteri Perindustrian (Menperin) Sarmuji mengatakan rasio kepemilikan mobil di Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara ASEAN lainnya. Menurutnya, pasar domestik yang masih luas dapat mendorong peningkatan produksi mobil dan mendorong rasio kepemilikan kendaraan di dalam negeri.
Sarmuji berujar rasio kepemilikan mobil di Indonesia saat ini baru mencapai 99 unit per 1.000 penduduk. Angka ini menurutnya masih jauh di bawah Malaysia dan Thailand.
“Misalkan Malaysia sampai 490, Thailand 275,” tutur Sarmuji usai pertemuannya dengan perwakilan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta pada Selasa (27/10).
Sarmuji menambahkan, peningkatan rasio kepemilikan mobil dapat memperbesar pasar domestik dan mendorong produksi industri otomotif nasional.
“Jadi kalau itu rasio kepemilikan mobilnya bisa meningkat, itu pasti produksi akan lebih besar lagi,” tutup Sarmuji.
Menurut Sarmuji, industri otomotif Indonesia saat ini mulai menunjukkan pertumbuhan. Ia mengutip catatan Toyota yang menunjukkan pasar mobil tumbuh 15 persen.
“Dan dari catatan Toyota sendiri, market tumbuh 15 persen. Itu memang itu artinya industri kita juga tumbuh,” paparnya.
Ia menilai kondisi ini menunjukkan narasi deindustrialisasi di Indonesia sudah mulai tertinggal. Ia mengatakan pemerintah ingin mendorong kebangkitan industri melalui penguatan kembali peran sektor industri dalam perekonomian.
“Jadi narasi tentang deindustrialisasi itu sebenarnya narasi yang sudah agak ketinggalan sebenarnya. Kita, industri kita mulai tumbuh, mulai menuju kebangkitan. Insyaallah kita justru akan bisa, kalau kita bisa pacu, kita bisa melakukan reindustrialisasi,” jelas Sarmuji.
Sarmuji juga mengapresiasi kontribusi Toyota terhadap penyerapan tenaga kerja di industri otomotif nasional.
“Jadi tentu itu kita ucapkan terima kasih, tapi kita juga mendorong untuk bisa tumbuh lebih tinggi lagi, terutama untuk kepentingan ekspor dan memperluas lapangan kerja tersebut,” katanya.
