Kumparan Logo

OJK Catat Kredit Perbankan Tumbuh 13,26 Persen per September 2026

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae di Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2023, Senin (6/2/2023). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae di Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2023, Senin (6/2/2023). Foto: Dok. Istimewa

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit perbankan masih mengalami tren pertumbuhan sampai September 2026. Adapun pada periode itu, pertumbuhan tercatat sebesar 13,26 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp 9.245 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Dian Ediana Rae menjelaskan pertumbuhan tersebut didukung oleh kredit investasi yang mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 23,20 secara yoy disusul oleh kredit modal kerja sebesar 11,89 persen yoy dan kredit konsumsi 4,86 persen secara yoy. Adapun secara keseluruhan, pertumbuhan kredit perbankan didukung oleh bank-bank Himbara.

“Kredit perbankan tumbuh solid terutama didukung oleh pertumbuhan kredit bank BUMN sebesar 14,78% persen year-on-year,” kata Dian dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan OJK Oktober pada Kamis (11/5).

Sementara untuk bank umum swasta nasional domestik, pertumbuhan tertinggi tercatat terjadi pada kredit kepemilikan sebesar 16,9 persen secara yoy.

Adapun berdasarkan kategori debitur, kredit dengan pertumbuhan tertinggi adalah kredit korporasi yang tumbuh sebesar 21,31 persen secara yoy. Sementara itu kredit UMKM melanjutkan tren peningkatan dengan tumbuh positif sebesar 2,68 persen yoy dari Agustus yang lalu tercatat sebesar 2,32 persen yoy.

Sementara itu terkait risiko, Dian menjelaskan angkanya masih terjaga dengan rasio NPL growth di level 2,07 persen dan NPL net di level 2,07 persen.

OJK juga mencatat dana pihak ketiga (DPK) mengalami pertumbuhan sebesar 8,22 persen secara yoy menjadi sebesar Rp 10,492 triliun.