Pemerintah Alokasikan Rp 20 Triliun dari KUR untuk Sektor Tekstil

Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menjelaskan ada alokasi dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor tekstil sebesar Rp 20 triliun.
Adapun target penyaluran KUR untuk 2025 ada di angka Rp 300 triliun. Dari angka tersebut ada Rp 20 triliun yang dialokasikan sebagai KUR untuk investasi di bidang peralatan tekstil.
“Jadi karena memang ada beberapa isu terkait tekstil, maka alokasi Rp 20 triliun yang ada di dalam Rp 300 triliun KUR kita itu akan kita dorong untuk dalam rangka menumbuh kembangkan industri tekstil kita,” kata Maman ditemui di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta Selatan pada Selasa (25/3).
Maman melihat selama ini KUR lebih banyak terfokus pada peralatan-peralatan untuk sektor perikanan dan pertanian. Maka dari itu tahun ini akan ada alokasi Rp 20 triliun dari KUR ke untuk sektor tekstil.
“Nah karena memang kita lagi mau coba ada isu tekstil ini, didorong ke situ,” ujar Maman.
Untuk penyaluran, Maman juga mengungkap penyaluran KUR sudah dilakukan sejak bulan Januari lalu.
Sebelumnya, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut sektor padat karya utamanya tekstil, produk tekstil, hingga apparel berkontribusi terhadap ekonomi Indonesia cukup besar, sebab ekspor lebih dari USD 2 miliar dan menyerap tenaga kerja hampir 4 juta orang.
Untuk bisa memproteksi industri padat karya, kata dia, pemerintah juga menyelesaikan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Uni Eropa (EU-CEPA).
