Kumparan Logo

Pemerintah Siapkan Hilirisasi Kemenyan dan Kratom

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan di Kantor DEN, Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2026).  Foto: Widya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan di Kantor DEN, Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2026). Foto: Widya/kumparan

Pemerintah menyiapkan pengembangan hilirisasi kemenyan dan kratom untuk memperluas pengolahan komoditas pertanian di dalam negeri. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan kedua komoditas ini berpotensi memiliki nilai pasar yang besar jika dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

Luhut menyebut hilirisasi kemenyan dan kratom dapat menjadi pengembangan baru dalam strategi industrialisasi Indonesia, yang selama ini banyak dikaitkan dengan pengolahan nikel.

“Ini sama seperti nikel waktu kita mulai 10 tahun yang lalu. Sekarang era Presiden Prabowo ada dari pertanian, yaitu hilirisasi kratom, hilirisasi tadi kemenyan,” ujarnya dalam keterangan pers DEN di Istana Negara, Jakarta, Selasa (20/10).

Pemerintah juga berencana meresmikan pusat riset terkait genome sequencing di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara. Menurut Luhut, riset tersebut merupakan salah satu bagian dari rencana pengembangan hilirisasi berbasis komoditas pertanian.

“Dua barang ini saya pikir kami lihat market-nya, nanti Anda bisa google juga, bisa juga beberapa miliar atau berapa puluh miliar dolar downstream-nya,” kata Luhut.

Luhut menambahkan pusat riset tersebut dijadwalkan untuk diresmikan pada Maret 2027, jika seluruh persiapan berjalan sesuai rencana.

Ekspor produk hilirisasi ditargetkan tembus USD 50 miliar

Dalam kesempatan yang sama, anggota dan Sekretaris Eksekutif DEN Septian Hario Seto memaparkan soal pengembangan hilirisasi di Indonesia yang tidak hanya berlangsung pada komoditas nikel.

Berdasarkan kajian terbaru DEN, hilirisasi aluminium dan komponen baterai litium turut berkembang.

DEN memperkirakan nilai ekspor hasil hilirisasi nikel, aluminium, dan komponen baterai litium mencapai sekitar USD 50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat hampir 45 persen dari nilai ekspor pada 2024 yang disebut Seto mencapai sekitar USD 34,5 miliar.