Kumparan Logo

Penyebab Bank Ueno Kolaps hingga Bikin Presiden Paraguay Mundur

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sebuah cabang bank Ueno tutup sementara anggota parlemen oposisi terus berupaya memakzulkan Presiden Santiago Pena, yang mereka salahkan atas krisis perbankan yang dipicu oleh runtuhnya lembaga pemberi pinjaman di Asuncion, Paraguay (5/11/2026).  Foto: REUTERS/Cesar Olmedo
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah cabang bank Ueno tutup sementara anggota parlemen oposisi terus berupaya memakzulkan Presiden Santiago Pena, yang mereka salahkan atas krisis perbankan yang dipicu oleh runtuhnya lembaga pemberi pinjaman di Asuncion, Paraguay (5/11/2026). Foto: REUTERS/Cesar Olmedo

Salah satu bank digital terbesar di Paraguay, Bank Ueno, kolaps dan menimbulkan jutaan nasabahnya tidak bisa melihat saldo rekening di aplikasi hingga menarik dana dari ATM.

Bank Sentral Paraguay (Banco Central del Paraguay/BCP) menutup serta mengambil alih operasional bank itu. Kekacauan tersebut menimbulkan gelombang aksi demonstrasi hingga akhirnya membuat Presiden Paraguay mengundurkan diri.

Nasabah Demo

Dikutip dari Bloomberg, Jumat (6/11), penutupan Bank Ueno berdampak terhadap sekitar 2,9 juta nasabah. Sejumlah nasabah mendatangi kantor cabang bank untuk meminta kejelasan mengenai nasib uang mereka setelah layanan perbankan dihentikan.

Salah satu nasabah, Deisy Asva, mahasiswi keperawatan berusia 20 tahun, mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari karena tidak bisa mengakses simpanannya. Uang tersebut selama ini digunakan untuk membayar biaya kuliah dan transportasi.

"Jika teknologi sudah begitu maju saat ini, bagaimana mungkin proses ini membutuhkan waktu 15 hari? Saya terpaksa harus meminjam uang dari keluarga," kata Deisy.

Krisis Bank Ueno memicu kekhawatiran terhadap stabilitas sistem keuangan Paraguay. Nasabah dan pensiunan mendatangi kantor-kantor cabang bank yang tutup untuk menuntut akses terhadap simpanan mereka. Perkembangan kasus tersebut turut memicu tekanan politik terhadap pemerintah Paraguay.

Alasan Bank Ueno Ditutup

Demonstran berunjuk rasa di dekat Gedung Kongres Paraguay, Asuncion, Kamis (5/11/2026), menuntut pertanggungjawaban Presiden Santiago Pena atas krisis keuangan akibat runtuhnya lembaga pinjaman digital Ueno. Foto: REUTERS/Cesar Olmedo

Situasi tersebut terjadi setelah BCP memulai prosedur resolusi terhadap Bank Ueno pada 3 November 2026. Regulator menemukan rasio solvabilitas bank berada di bawah 50 persen dari batas minimum yang dipersyaratkan.

Melalui proses resolusi tersebut, operasional Bank Ueno dihentikan sementara. Penghentian layanan mencakup transaksi menggunakan kartu, penarikan uang tunai melalui ATM, serta akses layanan perbankan digital.

Untuk melindungi nasabah, BCP menyatakan simpanan masyarakat dijamin melalui Fondo de Garantía de Depósitos (FGD), atau dana penjaminan simpanan. Nilai perlindungan mencapai 75 kali upah minimum bulanan, setara sekitar 228,3 juta guaraní Paraguay per nasabah per bank.

BCP, pada Kamis (5/11), mengumumkan dimulainya pembayaran jaminan simpanan untuk kelompok nasabah pertama. Nasabah dengan total simpanan maksimal 10 juta guaraní dan tidak memiliki kewajiban utang kepada Bank Ueno termasuk dalam kelompok awal penerima pembayaran.

Presiden Paraguay Mundur

Presiden Paraguay Santiago Peña mengajukan pengunduran diri pada Kamis (5/11), di tengah krisis politik yang dipicu kolapsnya Bank Ueno. Keputusan tersebut disampaikan beberapa jam sebelum parlemen melanjutkan proses pemakzulan terhadap dirinya.

Dikutip dari Reuters, Jumat (6/11), Peña kehilangan dukungan dari sejumlah anggota partainya sendiri, Partai Colorado, setelah krisis Bank Ueno membuat jutaan nasabah tidak bisa mengakses rekening dan simpanan mereka.

Dalam pernyataan melalui rekaman video yang diunggah di media sosial X, Peña mengatakan keputusan tersebut diambil demi menjaga stabilitas negara dan institusi demokrasi Paraguay.

"Saya telah mengambil keputusan untuk mengajukan pengunduran diri sebagai Presiden Republik. Saya melakukan ini dengan mempertimbangkan stabilitas negara kita, perdamaian sosial, dan kebutuhan untuk menjaga institusi demokrasi kita," kata Peña.

Dia juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Paraguay atas situasi yang terjadi.

"Saya juga ingin meminta maaf kepada rakyat. Jika pada suatu waktu saya melakukan kesalahan, tidak pernah ada niat saya untuk mengkhianati kepercayaan yang telah mereka berikan," ujarnya, dikutip dari kantor berita EFE.

Sebelumnya, Kepala BOP mengundurkan diri pada pekan yang sama, sementara delapan eksekutif Bank Ueno menjadi sasaran surat perintah penangkapan. Sejumlah pejabat bank kemudian menyerahkan diri kepada aparat penegak hukum.

Jika proses pemakzulan berujung pada pemberhentian Peña, Wakil Presiden Pedro Alliana berpeluang menggantikannya sesuai mekanisme suksesi konstitusional Paraguay.

instagram embed