Populer: Nasabah Bank Sulit Cairkan Dana; Asing Borong Saham Rp 2,12 T

Kendala pencairan dana nasabah bank swasta akibat short liquidity menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Rabu (4/11).
Selain itu, aksi beli bersih investor asing senilai Rp 2,12 triliun pada perdagangan IHSG turut menarik perhatian pasar. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:
Nasabah Salah Satu Bank Swasta Tak Bisa Cairkan Dana
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan penjelasan mengenai kendala pencairan dana yang dialami nasabah salah satu bank swasta melalui aplikasi digital. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa gangguan tersebut bukan merupakan persoalan solvabilitas sistemik, melainkan kombinasi kendala teknis dan likuiditas jangka pendek (short liquidity) yang masih dalam batas terkendali.
OJK saat ini tengah memproses sejumlah langkah mitigasi untuk menyelesaikan hambatan operasional tersebut dan memastikan likuiditas kembali stabil. Dian mengimbau para nasabah agar tetap tenang, mengedepankan komunikasi resmi dengan pihak perbankan, serta tidak terpengaruh spekulasi di media sosial guna mencegah penarikan dana massal yang dapat mengganggu stabilitas perbankan nasional.
Asing Borong Saham Rp 2,12 T di Sesi I IHSG
Arus modal asing tercatat mendominasi perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada sesi I perdagangan Rabu (4/11). Data Foreign Activity Midday Stockbit Sekuritas menunjukkan investor asing membukukan transaksi beli sebesar Rp 2,12 triliun dan transaksi jual Rp 1,86 triliun, sehingga menghasilkan akumulasi pembelian bersih (net foreign buy) mencapai Rp 268,67 miliar.
Sektor perbankan menjadi motor penggerak utama capital inflow, dipimpin oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan net buy Rp 117,43 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp 64,62 miliar. Minat akumulasi juga menyasar sektor komoditas dan energi, seperti PT Timah Tbk (TINS) sebesar Rp 25,67 miliar, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Rp 22,32 miliar, serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DEWA) Rp 15,54 miliar.
Di sisi lain, aksi jual bersih asing terkonsentrasi pada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan net foreign sell mencapai Rp 67,64 miliar, diikuti PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp 15,05 miliar, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar Rp 10,69 miliar. Kendati terdapat tekanan jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, tren akumulasi asing secara keseluruhan tetap menopang likuiditas IHSG hingga jeda siang.
