Populer: PBNU Tertarik Jadi Mitra Makan Bergizi; Petani Bisa KUR Rp 100 Juta

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tertarik berkontribusi dalam program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Kabar itu menjadi salah satu berita populer di kumparanBISNIS pada Sabtu (4/1).
Kabar lainnya yang ramai dibaca publik yaitu Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman memastikan petani dapat mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp 100 juta tanpa agunan.
Berikut rangkuman berita populer dari kumparanBisnis:
PBNU Tertarik Jadi Mitra Makan Bergizi Gratis
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf berharap UMKM yang dimiliki oleh akar rumput PBNU ikut dilibatkan dalam program MBG. Pihaknya telah menginisiasi sejumlah hal, seperti membangun jaringan retail yang sekarang sudah mulai jalan.
“Apakah ini nanti bisa dilibatkan di dalam program Makan Bergizi Gratis itu? Tentu kami ingin berkontribusi kalau memang ada ruang berkontribusi di situ. Kami sekarang sedang menunggu bagaimana konstruksi yang digunakan pemerintah untuk pengelolaan program Makan Bergizi Gratis,” ujarnya di kantor PBNU, Jakarta dikutip pada Minggu (5/1).
Yahya mengatakan, saat ini pemerintah mulai mengerjakan instrumen-instrumen pendukung program MBG. Dalam hal ini, keterlibatan PBNU akan mengikuti ketetapan pemerintah. Yahya juga berharap NU bisa memberikan kontribusi yang signifikan dalam program andalan Prabowo ini.
“Sekarang, berbagai macam instrumen standarnya sudah dikerjakan, bagaimana supaya menjadi partner kami akan respons sesuai apa yang sudah ditetapkan pemerintah. Mudah-mudahan tentu saja kami berharap NU bisa memberikan kontribusi yang signifikan soal ini,” ungkapnya.
Terlebih, menurut dia, saat ini ada beberapa pesantren yang akan dijadikan tempat uji coba program MBG.
Petani Bisa KUR Rp 100 Juta Tanpa Agunan
Mentan Amran mengatakan saat ini Himpunan Bank Negara (Himbara) telah menyediakan anggaran KUR senilai Rp 300 triliun. Adapun 3 persen dari total KUR nasional tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan pertanian seperti alat dan mesin pertanian (Alsintan) dan mesin penggiling padi atau Rice Milling Unit (RMU).
“Jumlahnya Rp 300 triliun KUR secara nasional. 3 persen di antaranya untuk alsintan termasuk di dalamnya ada juga RMU. Kalau untuk petani Rp 100 juta tanpa agunan,” terang Amran dalam keterangan tertulis dikutip Sabtu (4/1).
Amran meminta agar Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi Dan Beras Indonesia (Perpadi) dapat membantu penyerapan KUR dan mendorong perbankan agar membuka akses kredit usaha alsintan.
Menurutnya, langkah ini dilakukan agar target swasembada dapat tercapai dengan meningkatkan produksi nasional. Untuk serapan hasil pertanian dari petani, Amran menyatakan Bulog juga sudah siap menyerap.
“Kita sudah lakukan persiapan swasemabda secepat cepatnya, di mana Bulog juga siap melakukan penyerapan. Diperkirakan panen kita di Januari Februari dan Maret mendatang kenaikanya akan cukup besar,” jelas Amran.
