Kumparan Logo

Populer: Rekrutmen CPNS Dibuka Bulan Ini; Dampak Penyadapan Presiden ke Ekonomi

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi tes PPPK atau CPNS. Foto: indrarf/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tes PPPK atau CPNS. Foto: indrarf/Shutterstock

Kabar mengenai pembukaan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada November 2026 menjadi salah satu berita populer di kumparanBISNIS sepanjang Jumat (6/11). Selain itu, pernyataan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengenai penyadapan ke presiden berdampak ke ekonomi juga menarik perhatian pembaca.

Berikut rangkuman berita populer tersebut:

Rekrutmen CPNS Dibuka Bulan Ini

Pimpinan DPR dan pemerintah memberikan konferensi pers terkait pengangkatan PPPK paruh waktu di DPR, Jumat (6/11). Foto: Abid Raihan/kumparan

Pemerintah memastikan bakal menggelar kembali seleksi CPNS yang rencananya mulai dibuka pendaftarannya pada November ini. Kepastian tersebut disampaikan usai pemerintah bersama DPR merampungkan tahapan finalisasi terkait agenda rekrutmen aparatur negara tersebut.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memaparkan pengadaan pegawai baru ini diarahkan untuk menjaga keseimbangan komposisi tenaga kerja birokrasi, menyusul aparatur yang memasuki masa pensiun.

Selain mengisi formasi yang kosong, rekrutmen ini juga ditujukan untuk memperkuat alokasi sumber daya manusia pada program-program prioritas pemerintah.

Airlangga Ungkap Kasus Penyadapan Presiden Bisa Berdampak ke Sentimen Ekonomi

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/11/2026) Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Airlangga Hartarto berbicara dampak kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pihak ke perekonomian Indonesia. Ia tidak menampik kalau kasus tersebut bakal mempengaruhi perekonomian Tanah Air.

“Ya tentu sangat disayangkan ya terhadap penyadapan dan ini tentu akibatnya adalah bukan dari segi fundamental, tapi dari sentimental karena ekonomi kan juga faktor psikologis juga itu mempengaruhi. Yang penting kita jaga fundamental aja,” kata Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (6/11).

Saat ditanya lebih lanjut mengenai pengaruh kasus tersebut terhadap investasi, Airlangga kembali menekankan pentingnya menjaga fundamental ekonomi. Ia juga menilai langkah tegas Polri dalam menangani kasus ini menjadi hal yang positif.