Kumparan Logo

Restrukturisasi Besar-besaran, Danantara Bidik Laba Bersih BUMN Sentuh Rp 360 T

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Rabu (5/8/2026). Foto: Widya Islamiati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Rabu (5/8/2026). Foto: Widya Islamiati/kumparan

COO Danantara Dony Oskaria menyebut restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia saat ini merupakan aksi korporasi terbesar di dunia, yang menciptakan kenaikan keuntungan hingga 400 persen.

Dony mengungkapkan Danantara akan mengkonsolidasi 200 perusahaan, menutup 213 perusahaan, merestrukturisasi 15 perusahaan, dan mendivestasi 208 aset nonbisnis inti pada tahun ini.

"Beberapa langkah ini sudah kami jalankan, sementara sisanya akan diselesaikan hingga akhir tahun ini. Jadi, total ada 200 perusahaan yang akan dikonsolidasikan, selain itu, ada 213 perusahaan yang akan dilikuidasi. Artinya, perusahaan-perusahaan tersebut akan kami tutup," ungkap Dony saat Danantara TIIF26, Senin (26/10).

Hingga saat ini, Danantara sudah merampingkan 364 perusahaan pelat merah, dari total 1.074 perusahaan. Jumlah ini akan bertambah hingga 250 perusahaan pada akhir 2026. Dony mengeklaim angka ini sebagai restrukturisasi terbesar di dunia.

"Hingga hari ini, kami telah menutup 364 perusahaan di bawah naungan Danantara Indonesia, perusahaan-perusahaan berskala kecil yang selama ini terus merugi, dalam kurun waktu 18 bulan. Ini merupakan restrukturisasi perusahaan terbesar di dunia," ungkap Dony.

Perusahaan yang akan ditutup mencakup hotel, rumah sakit, dan anak-anak perusahaan beberapa BUMN seperti PT Telkom Indonesia sebanyak 50 entitas, dan PT Pertamina mencapai 124 entitas. Sementara restrukturisasi keuangan dilakukan terhadap PT Garuda Indonesia, PT Kimia Farma, hingga PT Krakatau Steel.

Dony menuturkan perubahan bisnis model yang dilakukan Danantara berhasil meningkatkan keuntungan yang diterima setiap BUMN. Contohnya, PT Pupuk Indonesia mendulang kenaikan keuntungan hingga 200 persen hanya dalam 6 bulan saja.

Ilustrasi Gedung Kementerian BUMN. Foto: Shutterstock

"Semen Indonesia membukukan keuntungan, kenaikan keuntungan 427 persen. Bagaimana caranya? Kita mengubah model bisnisnya, dan Pupuk Indonesia kita ubah model bisnisnya ya, berhasil meningkatkan laba bersih 233 persen," ungkap Dony.

BUMN lain yang meraup kenaikan keuntungan seperti PT Danareksa sebesar 110 persen, PTPN III mencapai 55 persen, dan PT Pertamina 48 persen. Total keuntungan BUMN selama 8 bulan pertama 2026 mencapai Rp 214,9 triliun, naik 18,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dony menargetkan BUMN dapat memperoleh laba bersih hingga Rp 360 triliun atau setara USD 20 miliar pada 2026. Menurutnya, angka tersebut merupakan angka sesungguhnya setelah menyesuaikan penurunan nilai aset.

"Kami menargetkan perolehan laba bersih tahun ini mencapai Rp 360 triliun rupiah, setara dengan lebih dari 20 miliar dolar AS," tutur Dony.

Total impairment yang telah dilakukan Danantara pada 18 bulan terakhir sudah mencapai Rp 135 triliun. Hal ini muncul akibat proses pembukuan keuangan yang tidak benar. Selain itu, Danantara juga berupaya menghentikan kerugian (cut loss).

"Beberapa perusahaan telah mengajukan usulan untuk melakukan cut loss kepada Danantara Indonesia, seperti Telkom, begitu pula dengan banyak perusahaan lainnya. Hal ini kami lakukan karena kami ingin agar seluruh perusahaan dikelola dengan cara yang tepat dan profesional," kata Dony.

Selain itu, Dony juga menargetkan BUMN bisa menyumbang dividen minimal Rp 200 triliun atau USD 12 miliar. Dividen tersebut akan digunakan oleh Danantara untuk berinvestasi di berbagai proyek yang sudah ditetapkan.