Kumparan Logo

Rosan Jajaki Investasi Pabrik Aspal Buton hingga Industri Tekstil di China

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani saat berkunjung ke China. Foto: Dok Kementerian Investasi dan Hilirisasi
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani saat berkunjung ke China. Foto: Dok Kementerian Investasi dan Hilirisasi

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menjajaki sejumlah peluang investasi dengan perusahaan di Shanghai, China, pada 22–23 Oktober 2026.

Pertemuan tersebut sekaligus merupakan percepatan program prioritas nasional meliputi industri otomotif dan kendaraan listrik, pengolahan aspal buton, penguatan industri tekstil, hingga pengembangan program Waste to Energy (WtE) serta Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 giga watt.

“Kami ingin menerjemahkan peluang kerja sama investasi menjadi rencana implementasi yang konkret, mulai dari kapasitas produksi dan teknologi, pengembangan industri di dalam negeri, hingga tindak lanjut komersial bersama pemangku kepentingan terkait dan Danantara Indonesia,” ujar Rosan dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (28/10).

Rosan menjelaskan terdapat beberapa penjajakan, salah satunya yaitu rencana investasi dari perusahaan Xi’an Zhongli Asphalt Co., Ltd. Perusahaan tersebut berencana membangun pabrik aspal berbasis aspal buton dengan kapasitas produksi mencapai 600.000 ton per tahun dengan nilai investasi sekitar USD 60 juta.

Pabrik tersebut direncanakan berlokasi di Pulau Jawa dan akan dibangun secara bertahap hingga mencapai kapasitas penuh. Investasi ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor aspal minyak sekaligus membuka peluang ekspor.

Selain pengolahan aspal, Rosan membahas sejumlah peluang investasi lain yang berkaitan dengan penguatan industri tekstil dan implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA).

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani saat berkunjung ke China. Foto: Dok Kementerian Investasi dan Hilirisasi

Di sektor tekstil, Rosan bertemu dengan H&M Group asal Swedia dan sembilan mitra rantai pasoknya dari China dan Hong Kong. Para mitra tersebut telah berinvestasi pada sembilan pabrik baru di Pulau Jawa yang mencakup berbagai tahapan produksi tekstil, mulai dari pencelupan benang, tenun, rajut, penyempurnaan kain, hingga produksi garmen.

Dalam pertemuan tersebut, H&M menyatakan kesiapannya menjadi contoh penerapan IEU-CEPA bagi merek fesyen Eropa. Para mitra turut menyampaikan sejumlah kebutuhan untuk mendukung operasional dan pengembangan investasi, termasuk kemudahan perizinan serta akses terhadap energi hijau.

Di sektor energi, Rosan bertemu dengan Weiming Environment Protection, mitra pengembang proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) Bali atau Denpasar Raya dan Bogor Raya dalam program Waste-to-Energy (WtE) nasional.

Dalam pertemuan itu, Weiming melaporkan bahwa pembangunan konstruksi sipil kedua proyek sebagian besar telah rampung dan saat ini tengah memasuki tahap pemasangan peralatan. Kedua proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.

Weiming juga tengah membangun pabrik peralatan PLTSa di Cilegon, Banten. Pabrik tersebut ditargetkan mulai berproduksi pada 2027 untuk memperkuat penggunaan komponen dalam negeri dalam pengembangan proyek WtE.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani saat berkunjung ke China. Foto: Dok Kementerian Investasi dan Hilirisasi

Selain itu, perusahaan tersebut menyampaikan minat untuk berinvestasi dengan kapasitas 1 gigawatt (GW) dalam program pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 GW.

Rosan juga bertemu dengan Chairman Tsingshan Group Xiang Guangda untuk membahas tindak lanjut investasi perusahaan di Indonesia, termasuk pengembangan kawasan industri Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Maluku Utara.

Pada sektor otomotif, Rosan bertemu dengan Geely Auto Group untuk membahas peluang kerja sama dalam pengembangan industri otomotif dan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Rosan mengatakan, seluruh peluang investasi yang telah dijajaki akan ditindaklanjuti bersama perusahaan serta kementerian dan lembaga terkait agar dapat direalisasikan. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas industri nasional, memperkuat rantai pasok dalam negeri, mengurangi ketergantungan terhadap impor, menciptakan lapangan kerja, serta memperluas pasar ekspor Indonesia.