Rupiah Anjlok Sentuh Rp 16.286 per Dolar AS, Imbas Defisit RAPBN Melebar di 2025

Rupiah kembali anjlok terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data Bloomberg sore ini, Rabu (5/6), rupiah melemah 66,5 poin (0,41 persen) ke level Rp 16.286,5 per dolar AS.
Pelemahan ini merupakan yang terendah dalam sepanjang tahun 2024 ini atau year to date (ytd). Sebelumnya, rupiah pernah ambruk ke Rp 16.236 per dolar AS pada 17 April 2024.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah ini dipengaruhi oleh pemerintah yang menetapkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2025 atau pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto melonjak ke kisaran 2,45-2,82 persen.
“Defisit anggaran yang dirancang tinggi pada 2025 mempertimbangkan pemerintahan baru yang akan melanjutkan program-program pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi),” kata Ibrahim, Rabu (5/6).
Adapun tingkat defisit pada APBN 2025 tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan target defisit tahun ini yang ditetapkan sebesar 2,29 persen dalam APBN 2024, karena presiden selanjutnya mengusung tema keberlanjutan.
“Defisit anggaran yang melebar pada 2025 juga mempertimbangkan pembayaran bunga utang yang meningkat. Pembayaran bunga yang meningkat ini yang perlu di-streamline lagi ke depan. Jika melakukan belanja dengan sumber utang, sebaiknya belanja modal itu revenue based, artinya secara self finance bisa membayar kembali utang-utang itu tersebut,” tambah Ibrahim.
Sementara dari sentimen eksternal, pelaku pasar fokus pada data JOLTS menjelang laporan ketenagakerjaan AS pada hari Jumat, yang diperkirakan menunjukkan 185.000 lapangan kerja baru tercipta pada bulan Mei, naik dari 175.000 pada bulan April.
“Namun pasar masih berhati-hati, dengan data nonfarm payrolls yang dirilis pada hari Jumat akan memberikan isyarat yang lebih pasti mengenai pasar tenaga kerja. The Fed juga akan mengadakan pertemuan minggu depan, dan diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil di tengah sulitnya inflasi AS,” katanya.
Ibrahim memperkirakan, pada perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.270 - Rp 16.340 per dolar AS.
