Kumparan Logo

Sandiaga Harap Bali Blockchain Conference Dongkrak Ekonomi Digital Indonesia

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menparekraaf RI Sandiaga Uno membuka G20 Tourism Ministers Meeting 2021.
 Foto: Sandiaga Uno
zoom-in-whitePerbesar
Menparekraaf RI Sandiaga Uno membuka G20 Tourism Ministers Meeting 2021. Foto: Sandiaga Uno

Dunia blockchain semakin populer di Indonesia belakangan ini. Semenjak tingginya keingintahuan masyarakat terhadap uang kripto, semakin besar juga pencarian mengenai teknologi ini.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mengapresiasi karena antusiasme masyarakat untuk ingin tahu terhadap perkembangan ekonomi digital sebagai upaya membangkitkan sektor ekonomi kreatif khususnya para UMKM di tanah air.

"Bali Blockchain ini membuka peluang bagi kita menjembatani bukan hanya dirasakan bagi kalangan menengah ke atas, tapi UMKM-UMKM dengan teknologi blockchain bisa berpartisipasi," katanya saat hadir di Bali Blockchain Conference di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Selasa (22/2).

Menurut Sandi, konferensi seperti ini menjadi pemanasan untuk kegiatan-kegiatan lainnya di Bali, sebagai bagian dari program yang tepat sasaran. Dia juga mengingatkan agar masyarakat memahami betul dan mempelajari apa yang ingin diinvestasikan agar tidak menjadi spekulasi dikemudian hari.

Untuk itu, pemerintah hadir untuk mendukung sosialisasi dan mengedukasi apa itu blockchain serta instrumen-instrumen apa yang ada di dalamnya seperti kripto. Pemerintah juga terus memberikan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat soal investasi kripto.

"Memang terkadang ada unsur spekulasi, namun saya sering mengingatkan berinvestasi itu bukan berspekulasi. Berinvestasi itu mengerti dengan baik apa teknologi baru ini," terangnya.

Seorang pekerja berjalan di dekat layar yang menampilkan tren dan harga terbaru berbagai cryptocurrency di Nakhon Ratchasima, Thailand. Foto: Soe Zeya Tun/REUTERS

Sandi menyebut, peluang ekonomi digital Indonesia sangat besar, melihat dari pengguna internet mencapai 202,6 juta atau sebesar 73,7 persen dari total penduduk Indonesia. Menurut riset dari Google dan Bain, ada 21 juta konsumen digital baru selama pandemi pada 2020 dan paruh pertama 2021.

"Industri kreatif dan digital adalah masa depan ekonomi Indonesia dan dunia. Laporan dari SEA e-Conomy menyebutkan, nilai ekonomi digital Indonesia secara keseluruhan memiliki Gross Merchandise Value (GMV) senilai 70 miliar dolar AS atau sekitar Rp 994 triliun pada tahun 2021," ujarnya.

Begitu juga, lanjut Sandiaga, nominal transaksi e-commerce pun terus meningkat di tahun 2020 hingga mencapai Rp 266,3 triliun. Berdasarkan Data Bappebti Kementerian Perdagangan, pada akhir 2021 jumlah pelanggan aset kripto Indonesia mencapai 7,5 juta orang. Tak hanya jumlah pelanggan nilai transaksi kripto bahkan meningkat 636,15 persen menjadi Rp 478,5 triliun pada Juli 2021.

"Nilai tersebut naik signifikan dibandingkan tahun 2020 yakni Rp 65 triliun. Dengan potensi yang begitu besar diharapkan hal tersebut dapat membangkitkan ekonomi dan membuka lapangan kerja di tanah air," katanya.