Bola & Sports

AC Milan vs Juventus: Soal Handball dan Kontroversi Penalti Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo membawa bola saat selebrasi usai mencetak gol penalti saat melawan AC Milan. Foto: AFP/ISABELLA BONOTTO

Ada kontroversi yang tersisa pada duel AC Milan melawan Juventus di Coppa Italia dini hari tadi. Apa lagi kalau bukan keputusan wasit Paolo Valeri di pengujung laga.

Dia mendakwa Davide Calabria melakukan handball di kotak terlarang. Juventus pun mendapatkan hadiah penalti. Dari sini semuanya berubah. Kemenangan Milan di depan mata sirna usai Cristiano Ronaldo berhasil menunaikan tugasnya sebagai algojo dari titik putih.

Stefano Pioli pun mencak-mencak setelah pertandingan. Ia mengkritisi beberapa keputusan Valeri sebagai pengadil lapangan. Pioli bahkan mengkomparasi situasi itu dengan laga Cagliari lawan Brescia Serie A pekan pertama, di mana ada situasi yang sama tercipta.

“Saya kecewa karena ada pelanggaran terhadap Ibrahimovic di awal pertandingan. Ditambah lagi, saya ingat wasit memperlihatkan cuplikan penalti Cagliari vs Brescia di awal musim dan mengatakan itu adalah kesalahan untuk memberikan penalti karena pemain tidak melihat bola," ujar Pioli kepada Rai.

Cristiano Ronaldo melakukan tendangan penalti saat pertandingan Juventus vs AC Milan di San Siro, Milan, Italia. Foto: REUTERS/Alberto Lingria

Dalam tayangan ulang, bola sepakan Cristiano Ronaldo memang menyentuh tangan Calabria. Namun, lengan pemain berusia 23 tahun itu tidak dalam kondisi aktif.

Tangan Calabria terayun ke bawah usai menghalau bola udara ke kotak penalti Milan. Sial, Ronaldo yang mendapatkan kendali si kulit bundar langsung melepaskan tendangan. Betul, bola kemudian membentur tangan Calabria.

Nah, situasi ini pernah terjadi saat Cagliari berhadapan dengan Brescia. Kala itu Eugenio Abbattista yang bertugas sebagai wasit memberi Brescia tendangan 12 pas setelah bola menyentuh tangan Alberto Cerri.

Situasinya hampir sama dengan Calabria. Bola menyentuh tangan Cerri yang terayun usai berusaha menghalau bola atas. Itu pun juga tak direct, karena lebih dulu membentur bek Brescia, Jhon Chancellor.

"Karena itu saya tidak melihat apa yang berbeda dengan situasi ini, karena Calabria tidak bisa melihatnya. Alberto Cerri, dalam situasi itu, melompat dan tidak bisa menghindari gerakan tangannya, Anda harus menggunakan lengan Anda ketika melompat. Dia tidak punya waktu untuk mengembalikan tangannya ke posisinya."

Kontroversi handball Calabria membuat wasit Italia lainnya angkat bicara, Tiziano Pieri salah satunya. Dia menganggap bahwa langkah Valeri dalam mendakwa Calabria tidak pas.

Terlebih, Nicola Rizzoli, mantan wasit yang sekarang diangkat sebagai salah satu pengurus Serie A, pernah mengevaluasi pertandingan Cagliari lawan Brescia. Menurutnya, wasit mengambil langkah keliru karena menganggap Cerri handball dan menghadiahi Brescia penalti.

"Menurut saya, keputusan yang dijatuhkan kepada Calabria tidak tepat. Ini mirip dengan sentuhan Cerri saat Cagliari vs Brescia. Rizzoli sendiri, dalam kasus itu, mengatakan itu adalah kesalahan untuk menetapkannya sebagai penalti. Jadi bagi saya ini juga tidak layak (penalti)," jelas Pieri.

Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan