Kumparan Logo

Bagas Kaffa, Sang Pencetak Gol Timnas U-19 ke Gawang Kroasia

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Timnas Indonesia U-19 Amiruddin Bagas Arrizqi (kiri) menendang bola ke arah gawang Timnas Hong Kong U-19  di Stadion Madya GBK, Jakarta, Jumat (8/11).  Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Timnas Indonesia U-19 Amiruddin Bagas Arrizqi (kiri) menendang bola ke arah gawang Timnas Hong Kong U-19 di Stadion Madya GBK, Jakarta, Jumat (8/11). Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Di antara kekalahan telak 1-7 Timnas U-19 Indonesia dari Kroasia, terselip nama Bagas Kaffa. Hal itu menyusul satu golnya ke gawang lawan yang juga menjadi gol perdana ‘Garuda Muda’ di Friendly Tournament 2020.

Bagas melesakkan gol pada menit ke-71 melalui sepakan keras mendatarnya. Berlari dari belakang, pemain berposisi bek kanan ini menyambar bola dengan kaki kanannya. Bola yang memantul ke pojok kanan gawang membuat kiper lawan hanya terpaku.

Gol yang diciptakan Bagas sejatinya tak mengherankan. Sejak masih memperkuat Timnas U-16, pemilik nama lengkap Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi ini dikenal memiliki kemampuan mencetak gol mumpuni.

Hal itu terekam pada laga Timnas U-16 melawan Iran di Piala Asia 2018. Golnya pada pertandingan ini bahkan sangat apik.

Mendapat bola di sisi kiri pertahanan lawan, Bagas dengan percaya diri melewati adangan lawan. Satu, dua, sampai tiga pemain Iran dilewatinya sebelum menceploskan bola ke gawang dengan sepak kaki kirinya. Gol yang selama ini sejatinya lebih sering dipraktikkan striker ketimbang seorang bek kanan.

video youtube embed

Usut punya usut, Bagas awalnya memang berposisi sebagai striker. Ada kisah unik di balik posisinya menjadi bek kanan saat ini.

***

Karier Bagas Kaffa melesat semenjak menjadi bagian Timnas Indonesia U-16 di bawah asuhan Fakhri Husaini. Kini, ia tengah berjuang merebut tempat utama dalam skuat Timnas U-19 dalam arahan Shin Tae-yong.

Apabila membahas Bagas Kaffa, rasanya tidak bisa memisahkan dengan sang saudara kembarnya, Bagus Kahfi. Sejak usia 6 tahun, ia dan Bagus Kahfi bersama-sama mengasah bakat sepak bola di sejumlah tempat seperti SSB Nagapakca Magelang, SSB Putra Harapan Magelang, GISSI Cabang Magelang, Akademi Celo Magelang, dan Persada Bromo FC.

Pada awalnya, baik Bagus maupun Bagas berposisi sebagai striker. Keduanya kemudian mengikuti seleksi Timnas U-16 dan terpilih untuk memperkuat tim asuhan Fakhri Husaini di ajang Piala AFF U-15 2017, serta Kualifikasi Piala Asia U-16 2018.

X post embed

Pada prosesnya, si kembar justru menempati dua posisi berbeda dalam skuat besutan Fakhri Husaini di Piala AFF U-16. Bagus Kahfi di lini depan sedangkan Bagas Kaffa menjadi bek kanan.

Dua saudara ini pun berhasil membawa Timnas U-16 jadi kampiun kompetisi tersebut. Alhasil, posisi keduanya masih bertahan hingga saat ini.

Awal mula cerita Bagas menempati posisi bek kanan sebenarnya terbilang unik. Ia bersama Bagus sejatinya berposisi sebagai striker, tetapi ketika seleksi, Fakhri menempatkan Bagus sebagai bek kiri, sementara Bagas di pos depan.

Ketika seleksi tahap selanjutnya, Fakhri malah menaruh Bagas di posisi bek kanan karena mengira dirinya sebagai Bagus, yang tak ikut seleksi ketika itu. Kekeliruan itu yang akhirnya malah membawa berkah bagi pemilik nama lengkap Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi.



Pemain timnas Indonesia Bagas Kahfi (kiri) berusaha melewati pemain timnas Myanmar La Min Htwe, pada penyisihan Grup A Piala AFF U-18 2019 di Stadion Thong Nhat, Ho Chi Minh, Vietnam. Foto: ANTARA FOTO/Yusran Uccang

Di level klub, keduanya makin tak terpisahkan setelah diikat kontrak selama tiga tahun dengan Barito Putera pada 2018 lalu. Karier Bagus dan Bagas pun makin menanjak setelah berhasil dipanggil oleh Timnas U-19 pada 2019.

Sejak saat itu, keduanya jadi langganan skuat 'Garuda Muda'. Mereka juga berhasil mengantar Timnas Indonesia U-19 lolos ke Piala Asia U-19 2020 lewat fase kualifikasi.

Namun, saat ini keduanya tidak bisa bermain bersama untuk sementara. Sebab, sang adik, Bagus Kahfi, sedang mengalami cedera parah.

Ia mengalami patah pergelangan kaki kiri saat membela Garuda Select di Eropa melawan Reading U-18 yang berakhir imbang 2-2 pada Maret lalu. Pemain berusia 18 tahun itu pun sedang menjalani proses pemulihan cedera di Inggris.

Meski demikian, ketidakhadiran sang adik tak membuat Bagas kikuk. Kualitasnya tetap menonjol di antara deretan nama yang kini dibawa ke Kroasia.

Bagus Kahfi saat membela Timnas U-16. Foto: Nugroho Sejati/kumparan.

Bekal satu golnya ke gawang Kroasia pun sepatutnya membuat Shin Tae-yong untuk memasukkan nama Bagas ke dalam starting XI saat Timnas U-19 melawan Arab Saudi pada Jumat (11/9) mendatang. Pasalnya, sudah dua laga awal, ia selalu masuk sebagai pemain pengganti.

Lantas, mampukah Bagas terus menunjukkan penampilan ciamiknya di bawah asuhan Shin Tae-yong? Menarik dinantikan.