Kumparan Logo

Cesc Fabregas Sesali Instruksi Turunkan Tempo Saat Como Bantai Man United

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelatih Como, Cesc Fabregas. Foto: REUTERS/Alessandro Garofalo
zoom-in-whitePerbesar
Pelatih Como, Cesc Fabregas. Foto: REUTERS/Alessandro Garofalo

Pelatih Como Cesc Fabregas menginstruksikan para pemainnya untuk menurunkan intensitas permainan saat menghadapi Manchester United dalam laga tengah pekan ini. Keputusan tersebut diambil ketika tim asuhannya sudah unggul empat gol terlebih dahulu atas skuad besutan Michael Carrick. Seperti dikutip dari laporan Daily Mail via Goal, mantan gelandang Arsenal dan Chelsea itu mengaku sangat menyesal telah meminta anak asuhnya mengendurkan tekanan jelang laga usai.

Langkah tersebut memberi ruang bagi pemain pengganti Manchester United Joshua Zirkzee untuk mencetak gol hiburan di menit-menit akhir pertandingan. Fabregas merasa marah pada dirinya sendiri karena instruksi tersebut justru merusak momentum dominasi mutlak yang dibangun Como sepanjang laga.

Penyesalan Atas Instruksi Mengendurkan Tekanan

Fabregas menjelaskan bahwa ia berniat menghemat stamina para pemain demi menghadapi laga penting Liga Italia Serie A melawan Sassuolo pada akhir pekan. Namun, keputusan menurunkan tempo permainan di sepuluh menit terakhir justru memicu penurunan konsentrasi yang berujung pada kebobolan.

“Saya menyesali sepuluh menit terakhir karena sayalah yang meminta tim melambatkan tempo permainan demi laga berikutnya,” ujar Fabregas saat memberikan keterangan seusai pertandingan.

Juru taktik asal Spanyol tersebut mengakui kekecewaannya karena gol balasan lawan terjadi akibat penurunan antusiasme serta kerapuhan lini pertahanan. Ia secara terbuka mengambil tanggung jawab penuh atas kegagalan mempertahankan clean sheet di penghujung laga.

Kualitas Permainan dan Karakter Tim Como

Terlepas dari penyesalan di menit-menit akhir, Fabregas mengaku sangat bangga terhadap performa impresif yang ditunjukkan oleh jajaran pemainnya. Anak asuhnya dinilai mampu menerjemahkan seluruh rencana taktis dengan sempurna serta menerapkan pressing tanpa henti hingga menit ke-85.

“Saya sangat gembira dengan cara para pemain menerapkan semua hal yang kami latih, bukan hanya dari segi kualitas yang tinggi tetapi juga pressing gigih mereka,” tutur Fabregas.

Kemenangan meyakinkan atas klub papan atas dunia tersebut dinilai menjadi bukti nyata perkembangan identitas permainan yang sedang dibangun klub. Manajemen Como terus berupaya membentuk budaya sepak bola modern yang berkarakter agresif serta memiliki mentalitas pemenang.

Kebanggaan Kebangkitan Klub dan Pesan Inspiratif

Keberhasilan menaklukkan tim sekelas Manchester United memberikan kepuasan emosional yang luar biasa bagi seluruh komunitas dan pendukung Como. Fabregas memahami sejarah panjang serta penderitaan yang pernah dilalui klub sebelum akhirnya mampu melangkah sejauh ini di panggung internasional.

“Saya tidak bisa membohongi Anda bahwa mengalahkan Manchester United adalah sumber kebanggaan besar bagi kami,” kata Fabregas.

Ia berharap kemenangan bersejarah ini dapat menginspirasi anak-anak muda di kota tersebut untuk bangga mengenakan kostum Como saat beraktivitas sehari-hari. Selain itu, Fabregas berpesan kepada para pemain muda agar selalu menikmati setiap momen karier mereka dan terus berjuang memberikan kemampuan terbaik.