Lyon Siap Tempuh Jalur Hukum jika Ligue 1 Tak Dilanjutkan

Presiden Lyon, Jean-Michel Aulas, terus berupaya agar Ligue 1 2019-20 dilanjutkan kembali. Kali ini, dia mengancam akan menempuh jalur hukum jika keinginan tersebut tak dikabulkan.
Ligue 1 sendiri sudah resmi dihentikan sejak akhir April karena pandemi virus corona. Nah, Aulas tak puas dengan keputusan tersebut karena sangat merugikan timnya.
Gara-gara Ligue 1 dihentikan tepat pada pekan ke-28, Lyon tak bisa bermain di kompetisi Eropa musim depan. Mereka tertahan di urutan ketujuh klasemen dengan koleksi 40 poin.
Amiens dan Toulouse juga bernasib seperti Lyon. Dua tim itu dirugikan karena dipaksa degradasi kendati Ligue 1 musim ini masih menyisakan 10 pertandingan lagi.
Pada akhirnya mereka menuntut penghentian dibatalkan. Setelah menghubungi LFP (Badan Liga Prancis), Lyon juga menyurati pemerintah sebelum akhirnya berencana menempuh jalur hukum.
"Itu yang akan kami minta di persidangan. Pengadilan Nasional (Prancis) harus meninjau permasalahan untuk melanjutkan kompetisi serta bagaimana penghentian itu diputuskan," kata Aulas kepada RMC, dilansir Goal International.
"Saya melakukan pertemuan dengan Nasser Al-Khelaifi dan ECA, asosiasi klub Eropa, dan prosedur yang diusulkan UEFA adalah yang terlihat sekarang: Kembali berlatih dan bertanding dalam tiga atau empat pekan," sambungnya.
"Pemerintah jelas punya andil terhadap berhentinya semua kegiatan ini. Oleh karena itu, mereka ikut bertanggung jawab terhadap hal ini (andai keinginan mereka tak dikabulkan)," tambah pria berusia 71 tahun tersebut.
Sebelumnya, Aulas menganggap bahwa Ligue 1 terburu-buru dalam mengambil keputusan. Apalagi mereka adalah satu-satunya dari lima liga top Eropa yang menghentikan kompetisi.
Bundesliga sudah berlanjut pada pada 16 Mei. Sementara itu, La Liga akan menyusul pada 11 Juni, berikutnya ada Premier League pada 17 Juni, serta Serie A tiga hari berselang.
====
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk, bantu donasi atasi dampak corona.
