Thierry Henry Buka Suara Usai Dituduh Tak Sopan di Gala Ballon d'Or

Legenda sepak bola Prancis Thierry Henry mengklarifikasi berbagai tuduhan ketidakhormatan selama memandu acara Gala Ballon d'Or melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya. Seperti dikutip dari laporan Goal, mantan penyerang Arsenal tersebut menegaskan bahwa publik telah membesar-besarkan hal kecil dan membuat tuduhan palsu terkait beberapa momen di atas panggung.
Henry merasa perlu meluruskan spekulasi yang beredar demi menjaga reputasi profesionalitas dirinya bersama rekan sesama pembawa acara, Kate Scott. Ia meminta para kritikus untuk berhenti mengarang cerita yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Klarifikasi Candaan Kepada Lamine Yamal
Henry memprotes tuduhan yang menyebut dirinya berusaha memicu ego bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, saat penyerang berusia 19 tahun itu menerima Kopa Trophy. Pada awal seremoni, mantan pemain New York Red Bulls tersebut menanyakan apakah trofi tersebut merupakan penghargaan yang benar-benar diinginkan Yamal pada malam itu.
Mantan bomber tim nasional Prancis itu menjelaskan bahwa pertanyaan tersebut diajukan semata-mata karena ia mengagumi bakat sang pemain muda. “Dia adalah pemain luar biasa dan salah satu sosok yang rela saya bayar untuk saya tonton, saya sangat menyukainya,” ujar Henry saat mengungkapkan kekagumannya pada Yamal yang akhirnya menduduki posisi ketiga di belakang Kylian Mbappe dan Harry Kane.
Pujian dan Penghormatan Khusus untuk Harry Kane
Selain isu Yamal, Henry juga menepis anggapan publik bahwa dirinya bersikap tidak adil karena secara terbuka lebih mendukung Kylian Mbappe dan Michael Olise ketimbang Harry Kane. Ia menegaskan telah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada penyerang Bayern Munich yang meraih trofi utama tersebut.
Henry menyampaikan bahwa dirinya secara langsung memberikan ucapan selamat yang hangat kepada sang pemenang di lokasi acara. “Saya katakan kepada Kane bahwa dia adalah pemenang yang layak, dia pantas mendapatkannya dan menunjukkan bahwa dedikasi serta kerja keras adalah sebuah bakat,” kata Henry yang juga mengaku telah memanggil sang penyerang dengan julukan Sir Harry Kane sejak Piala Dunia lalu.
Kane sendiri tampak sangat santai merespons preferensi Henry saat keduanya bertemu dalam sesi wawancara untuk CBS Sports setelah laga Liga Champions antara Bayern Munich dan Arsenal. Penyerang asal Inggris tersebut hanya tersenyum dan meminta Henry tidak perlu mengkhawatirkan perbedaan pandangan tersebut.
Skenario Candaan yang Terencana dengan Kate Scott
Isu terakhir yang diluruskan oleh Henry berkaitan dengan interaksinya bersama rekan seprofesinya, Kate Scott, saat membacakan penghargaan kemanusiaan Socrates Award yang dimenangkan Bukayo Saka. Publik mengkritik Henry yang memotong pembicaraan Scott ketika presenter wanita itu menyebut kata Socratis alih-alih Socrates.
Henry menegaskan bahwa momen koreksi nama tersebut sebenarnya merupakan bagian dari gag atau lelucon yang sudah dilatih sebelumnya di belakang panggung. “Kate mengetahui lelucon itu, kalian bisa bertanya kepadanya karena dia sengaja mengucapkan Socratis agar saya mengoreksinya,” ungkap Henry menegaskan kesepakatan mereka.
Menutup keterangannya, Henry meminta semua pihak untuk menghentikan spekulasi liar yang tidak berdasar terkait hubungannya dengan para pemain maupun sesama pemandu acara. Ia berharap publik fokus pada perayaan prestasi para pesepak bola ketimbang mencari-cari kesalahan yang tidak ada.
