Zinedine Zidane Rilis Skuad Timnas Prancis untuk Hadapi Italia dan Turki

Pelatih tim nasional Prancis Zinedine Zidane mengumumkan daftar 23 pemain pilihan terbarunya untuk melakoni dua pertandingan krusial UEFA Nations League pada Jumat. Dikutip dari laporan Goal, pemanggilan skuad kedua era Zidane ini dipersiapkan menjelang partai tandang kontra Italia serta laga kandang menjamu Turki pada pertengahan November mendatang.
Les Bleus saat ini mantap memimpin klasemen sementara Grup Satu dengan perolehan sepuluh poin dan hanya membutuhkan hasil imbang di Milan untuk mengunci tiket ke babak perempat final. Keberhasilan mengamankan poin penuh menjadi target utama skuad asuhan Zidane demi memastikan posisi juara grup tetap terjaga.
Badai Cedera Menghantam Lini Pertahanan dan Serang
Zidane menghadapi tantangan taktik yang cukup rumit akibat absennya sejumlah pilar inti yang tengah dibekap cedera fisik. Deretan nama andalan seperti William Saliba, Jules Kounde, Maxence Lacroix, Manu Kone, Ousmane Dembele, hingga Esteban Lepaul terpaksa menepi dari pemanggilan kali ini.
Krisis lini belakang bertambah pelik lantaran bek tengah Dayot Upamecano terkena sanksi larangan bertanding saat bentrok melawan Italia. Situasi tersebut menuntut sang juru taktik memutar otak guna menyusun komposisi pertahanan baru yang tetap solid menghadapi gempuran lawan.
Kejutan Pemanggilan Pablo Pagis dan Wajah Baru
Keputusan paling mengejutkan dalam rilis skuad kali ini adalah pemanggilan perdana penyerang muda Paris FC Pablo Pagis ke level tim nasional senior. Pemanggilan penyerang muda berbakat tersebut menjadi angin segar bagi opsi penyerangan Les Bleus menyusul cederanya sejumlah juru gedor utama.
Selain kejutan Pagis, Zidane juga memanggil bek kanan Chelsea Malo Gusto guna mengisi pos lowong yang ditinggalkan Kounde. Skuad Prancis kali ini turut diperkuat oleh wajah baru dan talenta muda berbakat lainnya seperti Jeremy Jacquet, Lucas Da Cunha, serta gelandang Andy Diouf.
Kembalinya Pilar Utama dan Komposisi Lini Depan
Lini tengah tim nasional Prancis memperoleh dorongan moral signifikan seiring kembalinya Aurelien Tchouameni untuk memimpin lini vital bersama Adrien Rabiot dan Eduardo Camavinga. Pengalaman para gelandang kelas dunia ini diharapkan dapat mengendalikan tempo permainan serta memberikan stabilitas di lini tengah.
Sektor depan Les Bleus tetap bertabur bintang berkat kehadiran penyerang tajam Kylian Mbappe, Michael Olise, Bradley Barcola, Desire Doue, dan kembalinya Marcus Thuram. Ketajaman lini serang ini diproyeksikan menjadi senjata pamungkas Prancis untuk memetik hasil maksimal dalam dua pertandingan penentu fase grup.
