Kumparan Logo

Terharu, Nenek 95 Tahun Semangat Kerja Jadi Pembersih di Coffee Shop Singapura

kumparanFOODverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi staf pembersih di food court Singapura. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi staf pembersih di food court Singapura. Foto: Shutter Stock

Dalam momen peringatan Mother’s Day, ada kisah mengharukan seorang nenek sekaligus ibu asal Singapura. Zheng Xuehua, namanya, nenek berusia 95 tahun yang memilih untuk tetap bekerja sebagai cleaning service atau pembersih meskipun usianya sudah tidak muda lagi.

Mengutip dari Mothership, nenek Xuehua ini bekerja di kedai kopi Block 780 Woodlands Crescent. Meskipun kondisinya sudah bungkuk, ternyata nenek Xuehua telah melakukan profesinya sebagai pembersih meja selama 14 tahun.

Nenek Xuehua lahir di China dan kemudian bersama suaminya pindah ke Singapura saat dirinya berusia 20 tahun. Kemudian dia melahirkan 7 anaknya. Setelah berusia 30 tahun, nenek Xuehua membesarkan anaknya seorang diri dengan menjual pakaian ke berbagai daerah. Hingga saat ini dia memiliki 20 cicit.

Nenek Xuehua mengungkapkan alasannya untuk bekerja sebagai pembersih meja di coffee shop karena dirinya yang bosan setelah pensiun. Selain itu, dia juga tidak mau menyusahkan anak-anaknya. Meskipun anaknya kerap ingin memberinya sejumlah uang.

"Anak-anak ingin memberi saya uang, tetapi saya menolak untuk menerima. Mereka juga memiliki keluarga sendiri untuk dinafkahi yang tidak mudah. Jadi, saya ingin menghidupi diri sendiri, melakukan apa yang saya bisa dan mandiri, " kata nenek Xuehua dikutip dari Shin Min Daily News.

facebook embed

Kemandirian nenek ini terbukti saat dirinya rela menempuh perjalanan satu jam ke tempat kerja. Lantaran dia ikut tinggal dengan putra bungsunya, dia harus rela ikut pindah dari Woodland ke Toa Payoh. Dia mengaku setiap hari harus bangun pukul 4.30 pagi waktu setempat untuk mengejar MRT dan bus guna sampai ke tempat kerjanya di Woodlands.

Nenek Xuehua menyadari dirinya yang sudah tua membutuhkan banyak waktu untuk ke tempat dia bekerja. Dia mengatakan bahwa dia memang bergerak lambat, tetapi dia tidak mau terlambat kerja. Semangatnya untuk bekerja terkadang membuatnya jatuh sakit.

Meskipun sudah dibujuk keluarga untuk berhenti bekerja karena alasan kesehatan. Nenek Xuehua tetap bersemangat bekerja selagi tubuhnya memungkinkan dan dia akan selalu melakukan yang terbaik. Dia akan selalu bekerja keras untuk membesarkan anaknya sebagai seorang ibu tanpa imbalan apa pun.

Semangat kerjanya ini tentu patut ditiru oleh anak muda agar tidak mudah menyerah dalam menjalankan profesinya saat ini.

Penulis: Monika Febriana