136 Prajurit TNI yang Beroperasi di Papua Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Panglima TNI beri kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) bagi prajurit TNI yang beroperasi di Papua, Jumat (23/10). Foto: Dok. Puspen TNI
zoom-in-whitePerbesar
Panglima TNI beri kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) bagi prajurit TNI yang beroperasi di Papua, Jumat (23/10). Foto: Dok. Puspen TNI

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menganugerahkan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) kepada 136 prajurit TNI dalam upacara di Aula Mako Yonif 754/ENK, Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (22/10).

Pemberian KPLB tersebut merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian prajurit dalam menjaga kedaulatan serta keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam sambutannya, Agus mengingatkan bahwa pengabdian prajurit tidak hanya diukur dari keberhasilan menjalankan tugas, tetapi juga dari tanggung jawab menjaga amanah bangsa dan negara.

Panglima TNI beri kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) bagi prajurit TNI yang beroperasi di Papua, Jumat (23/10). Foto: Dok. Puspen TNI

“Pengabdian seorang prajurit tidak hanya diukur dari keberhasilan dalam melaksanakan tugas, tetapi juga dari ketulusan hati dalam menjaga amanah bangsa dan negara. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh prajurit TNI untuk terus meningkatkan profesionalisme, disiplin, dan loyalitas dalam setiap penugasan,” ujar Agus.

Sejumlah Operasi TNI di Maybrat

Pemberian penghargaan kepada prajurit yang bertugas di Papua berlangsung di tengah operasi TNI untuk menghadapi kelompok bersenjata di wilayah tersebut.

Pada awal Oktober, Koops TNI Habema menyergap kelompok bersenjata OPM Kodap Sorong Raya di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada Sabtu (3/10). Dalam operasi tersebut, dua anggota kelompok bersenjata dilaporkan tewas.

Panglima TNI beri kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) bagi prajurit TNI yang beroperasi di Papua, Jumat (23/10). Foto: Dok. Puspen TNI

TNI juga mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu pucuk senjata api revolver, 10 butir amunisi, alat komunikasi handy talky (HT), dan bendera bintang kejora.

Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menyatakan operasi dilakukan dengan mengedepankan kehati-hatian, profesionalisme, dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh prajurit yang bertugas di lapangan. Namun demikian, kami tetap menempatkan nilai kemanusiaan sebagai pedoman utama dalam setiap langkah operasi,” kata Riyanto.

Operasi tersebut menjadi salah satu gambaran penugasan aparat TNI dalam menghadapi kelompok bersenjata di Papua. Namun, belum ada keterangan yang memastikan bahwa 136 prajurit penerima KPLB pada 22 Oktober merupakan personel yang terlibat langsung dalam operasi di Maybrat.

Panglima TNI beri kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) bagi prajurit TNI yang beroperasi di Papua, Jumat (23/10). Foto: Dok. Puspen TNI

Selain itu, sejumlah operasi yang melibatkan Marinir-Kostrad pada 16-17 Oktober juga berhasil menemukan senjata organik yang direbut OPM dari TNI. Pada 16 Oktober, ada senjata laras panjang jenis Caracal ditemukan bersama 17 butir amunisi kaliber 5,56 mm.

Sementara pada 17 Oktober TNI berhasil merebut kembali senjata jenis K3 Daewoo. Dalam operasi tersebut, tim gabungan juga mengamankan senjata api rakitan, 19 butir amunisi kaliber 5,56 mm, tiga magasin, alat bidik, dan perlengkapan lainnya.