4 Orang Meninggal saat Padamkan Karhutla TNBTS, Khofifah Sampaikan Duka

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
6 orang jadi korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan TNBTS tepatnya di Pusung Lingker, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Kamis (15/10/2026). Foto: Dok. BPBD Jatim
zoom-in-whitePerbesar
6 orang jadi korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan TNBTS tepatnya di Pusung Lingker, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Kamis (15/10/2026). Foto: Dok. BPBD Jatim

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya empat orang yang terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Kebakaran terjadi di wilayah Pusung Lingker, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (15/10) sekitar pukul 09.00 WIB.

Dalam upaya pemadaman tersebut, sebanyak 12 orang dari TNBTS, anggota Masyarakat Peduli Api, dan karyawan hotel terjun ke lokasi. Sekitar pukul 13.30 WIB, enam orang terjebak dalam kobaran api. Empat orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan dua lainnya mengalami luka bakar.

“Saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya para petugas dan relawan yang tengah berjuang memadamkan api di kawasan Bromo. Doa terbaik saya haturkan bagi para korban yang meninggal dunia, serta keluarga yang ditinggalkan. Semoga mereka diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” kata Khofifah melalui keterangannya, Jumat (16/10).

Khofifah mengatakan, pengabdian para korban dalam upaya pemadaman api merupakan bentuk dedikasi dalam penanganan kebakaran tersebut.

Menurutnya, peristiwa ini menjadi duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi masyarakat Jawa Timur.

“Saya menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada mereka yang telah berjuang menjalankan tugas di lapangan. Di tengah risiko yang besar, mereka berupaya memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas. Pengabdian mereka menjadi pengingat akan besarnya dedikasi orang-orang yang berada di garis depan dalam penanganan bencana,” ujarnya.

Khofifah juga mendoakan agar para korban yang mengalami luka-luka segera pulih dan diberikan kekuatan.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa beri sambutan saat Opening Ceremony Festival Ekonomi Syariah Regional Jawa 2026 di Kota Surabaya, Sabtu (26/9/2026). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

“Kepada keluarga yang ditinggalkan, saya menyampaikan simpati dan doa yang tulus. Semoga diberikan ketabahan dan kekuatan. Kepada para korban yang masih menjalani perawatan, semoga segera diberikan kesembuhan,” ucapnya.

Khofifah mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memberikan santunan sebesar Rp 10 juta kepada keluarga masing-masing korban yang meninggal dunia.

“Semoga santunan ini dapat sedikit membantu keluarga yang ditinggalkan. Kami memahami bahwa bantuan materi tidak akan dapat menggantikan kehilangan orang-orang tercinta, tetapi kami berharap dukungan ini dapat meringankan beban keluarga yang sedang berduka,” kata Khofifah.

Ia menambahkan, keselamatan personel harus menjadi prioritas dalam setiap upaya penanggulangan karhutla.

Khofifah juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan yang rentan mengalami karhutla.

“Bromo merupakan salah satu kekayaan alam yang menjadi kebanggaan Jawa Timur dan Indonesia. Menjaganya adalah tanggung jawab kita bersama. Semoga musibah ini menjadi pengingat bagi kita untuk semakin peduli terhadap kelestarian alam, sekaligus memberikan perhatian besar terhadap keselamatan setiap personel yang bertugas dalam penanganan bencana,” ujar Khofifah.