5 Doa UAS untuk Kesehatan Indonesia di Tahun 2021

kumparanNEWSverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ustaz Abdul Somad. Foto: Zuhri Noviandi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ustaz Abdul Somad. Foto: Zuhri Noviandi/kumparan

Ustaz Abdul Somad (UAS) menyampaikan berdoa untuk kebaikan bangsa Indonesia di Tahun 2021. Ia mengemasnya dalam 'lima doa menuju Indonesia sehat', ia memulainya dengan harapan bangsa Indonesia bisa melewati ujian pandemi COVID-19.

Pertama, kata UAS, Indonesia diharapkan bisa sehat dari wabah virus corona. Ia lalu mengulas relevansi protokol kesehatan dengan wudu serta pemakaian cadar.

"Insyaallah kita adalah orang paling sering cuci tangan, subuh, duha, zuhur, ashar, magrib isya. Kita orang rajin tutup mulut karena kita orang perempuan dari zaman Nabi SAW diajarkan tutup mulut, ketika orang bercadar jadi ejekan hinaan caci maki sumpah serapah hari ini semua bercadar, laki-laki pun bercadar," kata UAS dalam acara virtual PKS bertajuk 'Doa Bersama Untuk Indonesi Sehat', Kamis (31/12).

kumparan post embed

Kedua, lanjut UAS, sehat dari ketidakadilan. Ia berpendapat, masyarakat diajarkan berbuat adil, sebab adil akan dekat dengan sifat takwa.

"Walau beda agama selama enggak mengusir di kampung halaman selama enggak membunuh berbuat baiklah kepada mereka, bersikap adil kepada mereka padahal beda agama tetapi kita disuruh sikap adil maka insyaallah kita umat sehat dari ketidakadilan," urai dia.

Selanjutnya, yang ketiga, UAS berharap Indonesia sehat dari penyakit kezaliman. Sebab, kezaliman hanya akan menjadi kegelapan di hari kiamat.

"Insyaallah kita sehat dari kezaliman karena kita diajarkan walau tahajud sedekah banyak walau masjid dibangun banyak tetapi kalau buat zalim kau akan dituntut di hadapan Allah," tutur UAS

Penari membawakan tarian dengan bendera merah putih pada aksi 17 Jam Menari Untuk Indonesia di Bongkeng Art Space, Bandung, Jawa Barat, Senin (17/8/2020). Foto: Novrian Arbi/ANTARA FOTO

Keempat, ulama asal Riau itu berharap Indonesia bebas dari penyakit Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). Ia lalu menjelaskan tak ada KKN di zaman Nabi Muhammad SAW. Sikap Nabi juga tak mentolerir KKN.

"Tidak ada istilah KKN dalam zaman nabi Muhammad. Kalau ikut itu kita sehat dari KKN," papar dia.

Terakhir, UAS, ia berharap Indonesia bisa sehat dari penyakit moral dan maksiat. Ia mengutip hadis Nabi terkait penyakit moral dan maksiat.

"Kata Nabi 'aku khawatir nanti akan datang azab menimpa kamu akibat tidak meninggalkan perbuatan mungkar ketika azab datang kamu berdoa ke Allah doa kamu enggak dikabulkan; yang ku khawatirkan bukan kebatilan yang kuhawatirkan bukan maksiat tetapi ketika orang baik diam melihat maksiat. Aku takut yang buat maksiat merasa benar dan orang benar merasa salah menegur pelaku maksiat," tutup UAS.

Hadir juga dalam acara itu Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri dan sejumlah politikus PKS lainnya.

Ustad Abdul Somad (UAS) memberikan tausyiah pada tabliq akbar di Lapangan Hiraq, Lhokseumawe, Aceh, Minggu (19/8/2018). Foto: ANTARA FOTO/Rahmad