Ahok Jelaskan Tentang Petugas Partai: Ganjar Orangnya Enggak Bisa Diatur-atur

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Politikus PDI Perjuangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyampaikan orasi politiknya dalam acara Ahokers Bareng Ganjar di Rumah Aspirasi Relawan Ganjar-Mahfud, Jakarta, Minggu (4/2/2024). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Politikus PDI Perjuangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyampaikan orasi politiknya dalam acara Ahokers Bareng Ganjar di Rumah Aspirasi Relawan Ganjar-Mahfud, Jakarta, Minggu (4/2/2024). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Politikus PDI Perjuangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok merespons isu soal capres nomor urut 03 pada Pemilu 2024, Ganjar Pranowo yang selalu disebut sebagai petugas partai.

Menurut Ahok yang mendukung pasangan nomor urut 03 pada Pilpres 2024, penyebutan petugas partai itu seakan-akan membuat Ganjar sebagai petugas Megawati Soekarnoputri selaku Ketum PDIP.

"Ini sebuah diksi, orang seolah-olah menganggap petugas partai adalah petugas Ibu Mega. Kan itu yang di pikiran orang. Orang Bu Mega juga petugas partai kok, sama-sama petugas mau perintah?" ujar Ahok dalam sebuah wawancara dengan media TV nasional yang ditayangkan di YouTube, Rabu (7/2).

Ganjar Pranowo tampak tengah berdiskusi dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Foto: Instagram/@ganjar_pranowo

Ahok yang merupakan mantan Komisaris Utama Pertamina itu lantas menerangkan ketika Ganjar dianggap petugas partai, maka nanti seakan-akan bisa diatur oleh ketua umum partai.

"Ini negara, konstitusinya, presidennya powerfull lho. Kepala pemerintahannya sekaligus kepala negara. Mana ada di seluruh dunia kepala negara bisa diatur oleh kepala partai setelah terpilih," ujar Ahok.

Ahok lantas menyinggung sosok Ganjar yang tidak bisa diatur oleh partainya sendiri. Sebelum pencapresan, Ganjar bahkan sempat bermasalah dengan DPP PDIP.

"Pernah dengar kan dia (Ganjar) ribut-ribut dengan DPP (PDIP), waktu dia jadi gubernur. Beliau waktu jadi gubernur di Jateng itu petugas partai bukan? Iya, kok dia enggak nurut dengan DPP untuk hal-hal yang prinsip?" ujar Ahok.

Capres nomor urut 03 Ganjar Pranowo menyampaikan gagasannya saat Debat Kelima Pilpres 2024 di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta, Minggu (4/2/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Hal tersebut, kata Ahok, harus bisa dicermati oleh orang-orang bahwa Ganjar sekali pun petugas partai, dia tetap tak bisa dengan mudah diatur-atur oleh partai, apalagi hal yang bersangkutan dengan prinsip kepemimpinan.

Dia pun mengaku dirinya juga seorang petugas partai seperti yang disampaikan Megawati dan Ahok menilai hal itu bukan sebuah kesalahan.

"Jadi apa yang salah? Orang bilang pasti Pak Ganjar akan nurut sama ibu (Megawati). Sama-sama petugas, kok, Ganjar saja kagak nurut waktu di Jateng ketika melakukan sesuatu yang beda," ujar Ahok.

(AI)