Andre Rosiade Tak Kenal Batas Dapil, Bahkan Diapresiasi Bupati Padang Pariaman

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis dan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis dan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade. Foto: Istimewa

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade mendapat apresiasi dari Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis atas perjuangannya mendorong pembangunan di Sumatera Barat. Meski Padang Pariaman bukan daerah pemilihan (Dapil) Andre, kepeduliannya terhadap kebutuhan masyarakat di kabupaten tersebut dinilai sebagai bentuk komitmen membangun Ranah Minang tanpa dibatasi wilayah politik.

Apresiasi itu disampaikan John Kenedy Azis saat mendampingi kegiatan di Kantor Bupati Padang Pariaman, Senin (26/10/2026) saat sosialisasi pembangunan tol Sicincin-Bukittinggi untuk warga Padang Pariaman. Dalam kesempatan tersebut, keduanya saling memberikan pujian atas kerja sama memperjuangkan program pembangunan, terutama yang membutuhkan dukungan anggaran dan koordinasi dengan pemerintah pusat.

John Kenedy menilai, kehadiran Andre Rosiade menunjukkan perhatian terhadap pembangunan Sumatera Barat secara keseluruhan. Menurutnya, perjuangan seorang wakil rakyat tidak semestinya hanya berorientasi pada daerah pemilihannya, tetapi juga dapat memberi manfaat bagi masyarakat di daerah lain yang membutuhkan dukungan.

“Kalau ide beliau ini tidak kita dukung, kita sangat rugi,” ujar John Kenedy, mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung dan mempermudah pelaksanaan program pembangunan yang diperjuangkan.

Bupati yang juga mantan Anggota Komisi III DPR RI ini menegaskan, berbagai gagasan pembangunan perlu ditindaklanjuti melalui kerja sama yang baik antara pemerintah kabupaten, wakil rakyat, kementerian, dan instansi teknis. Dengan begitu, usulan yang diperjuangkan dapat berlanjut menjadi program nyata yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

John Kenedy juga menyinggung posisi Andre di DPR RI yang dinilainya membantu membuka komunikasi dengan pemerintah pusat. Meskipun urusan infrastruktur berada pada ranah kementerian dan komisi terkait, koordinasi serta dukungan lintas lembaga tetap diperlukan agar kebutuhan daerah memperoleh perhatian.

JKA—sapaannya—berharap masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan di Padang Pariaman dapat mendukung program-program yang sedang diperjuangkan. Menurutnya, pembangunan yang direncanakan saat ini harus memberikan manfaat jangka panjang, bahkan hingga generasi mendatang.

“Setidak-tidaknya untuk lima tahun, 20 tahun ke depan, anak cucu kita bisa bercerita bahwa jembatan itu terwujud berkat usaha dan perjuangan bersama,” demikian pesan yang disampaikan John Kenedy dalam pertemuan tersebut.

Sementara itu, Andre Rosiade menegaskan bahwa tugasnya sebagai wakil rakyat adalah memperjuangkan anggaran dan program pemerintah pusat agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat di daerah. Namun, perjuangan itu harus diikuti kesiapan dan kerja aktif pemerintah daerah dalam memenuhi persyaratan serta mengawal pelaksanaannya.

“Saya ini kiper, tugas Ambo mencarikan anggaran, mencarikan program,” ujar Andre, mengibaratkan perannya sebagai penjaga gawang yang membuka jalan bagi masuknya dukungan anggaran dan program pembangunan.

Menurut Andre, setelah peluang anggaran dan program tersedia, pemerintah daerah harus bergerak aktif menindaklanjuti berbagai kebutuhan teknis dan administrasi. Andre menekankan bahwa pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak, melainkan membutuhkan pembagian tugas dan koordinasi yang jelas antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.

Andre juga menyampaikan apresiasi kepada John Kenedy yang disebutnya sebagai sosok pekerja keras dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat Padang Pariaman. Ia mencontohkan upaya pembangunan kembali Jembatan Sikabu yang telah beberapa kali mengalami kerusakan.

Andre menjelaskan, proses kajian untuk pembangunan kembali jembatan tersebut telah diselesaikan, dukungan anggaran sudah diperoleh, dan proses tender sedang berjalan. Ia berharap pembangunan dapat dimulai pada Desember 2026, sesuai tahapan dan proses pengadaan yang berlaku.

Jembatan Sikabu menjadi salah satu infrastruktur penting bagi masyarakat karena berkaitan dengan konektivitas dan kelancaran aktivitas warga. Pembangunan kembali jembatan tersebut diharapkan dapat memberikan akses yang lebih aman sekaligus mendukung kegiatan ekonomi masyarakat setempat.

Andre menegaskan, perjuangan memperoleh anggaran harus diiringi dengan kesungguhan pemerintah daerah dalam menyiapkan dan menjalankan program. Sebaliknya, pemerintah daerah juga membutuhkan dukungan dan komunikasi yang kuat dengan pemerintah pusat agar kebutuhan masyarakat bisa memperoleh solusi.

Pertemuan Andre dan John Kenedy Azis itu memperlihatkan pentingnya sinergi dalam pembangunan daerah. Apresiasi yang disampaikan Bupati menjadi penegasan bahwa kolaborasi lintas wilayah dan lembaga diperlukan agar perjuangan pembangunan tidak berhenti pada usulan, tetapi benar-benar berujung pada hasil yang dirasakan masyarakat Padang Pariaman dan Sumatera Barat.