Antisipasi Cuaca Ekstrem, Heru Akan Temui BNPB dan Kaji WFH

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono  menghadiri acara penandatanganan Offering Letter 1.097 Karyawan Palyja dan Aetra serta pembukaan rekening Bank DKI dan Penerimaan Kartu BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan di Jakarta International Park. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono menghadiri acara penandatanganan Offering Letter 1.097 Karyawan Palyja dan Aetra serta pembukaan rekening Bank DKI dan Penerimaan Kartu BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan di Jakarta International Park. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, akan mengkaji kebijakan work from home (WFH) atau sistem bekerja dari rumah untuk antisipasi cuaca ekstrem di Jakarta.

Tidak hanya itu Heru juga akan berkoordinasi dengan BNPB terkait mitigasi yang diperlukan dalam menghadapi cuaca ekstrem.

"Ya, kita lihat situasinya, jadi dalam waktu dekat saya akan koordinasi dengan BNPB, aksi apa saja yang harus kita lakukan," ujar Heru di kawasan Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEP), Rabu (7/12).

Sementara unjuk kebijakan WFH ia menyerahkan kepada masing-masing perusahaan untuk penerapannya.

Ia berharap situasi dan kondisi Jakarta ke depan lebih aman serta cuaca dapat bersahabat.

"WFH sifatnya adalah lokal saja, tergantung masing-masing perusahaan. Kita lihat situasi ke depan, mudah-mudahan bisa aman dan cuaca bisa bersahabat," ucap Heru.

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mengimbau agar mewaspadai cuaca ekstrem dan potensi bencana alam yang mungkin terjadi.

Hal itu disampaikan Jokowi pada saat Sidang Kabinet Paripurna tentang Kondisi Perekonomian Tahun 2023, Evaluasi Penanganan COVID-19 serta Ketahanan Pangan dan Energi di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (6/12).

"Agar kita semuanya memberikan perhatian, memaksimalkan informasi cuaca dari BMKG sebagai peringatan dini, dan juga mitigasi bencana di seluruh daerah yang memiliki potensi bencana harus diperhatikan," tutur Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (6/12).

Reporter: Muhammad Fadlan Nuril Fahmi