Apa Itu Pemilu Sela AS yang Bisa Pengaruhi Sisa Masa Jabatan Donald Trump?

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump menghadiri Konvensi Nasional Partai Republik untuk Pemilu Paruh Waktu di Dallas, Texas, AS, Rabu (9/9/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump menghadiri Konvensi Nasional Partai Republik untuk Pemilu Paruh Waktu di Dallas, Texas, AS, Rabu (9/9/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERS

Amerika Serikat (AS) baru saja menggelar pemilihan paruh waktu atau pemilu sela pada 3 November 2026. Hasil pemungutan suara ini berdampak besar pada sisa masa jabatan Presiden Donald Trump.

Pemilu sela digelar setiap empat tahun, tepat di pertengahan masa jabatan presiden yang berlangsung empat tahun. Dalam pemilihan ini, rakyat menentukan susunan anggota Kongres dan sejumlah pemimpin di tingkat negara bagian

Calon Senator AS dari Partai Demokrat Abdul El-Sayed berjalan naik ke atas panggung bersama istrinya, Dr. Sarah Jukaku, usai mengklaim kemenangan Pemilu Sela AS di Detroit, Michigan, AS, Rabu (4/11/2026). Foto: Jeff Kowalsky/AFP

Pemilu Sela Jadi Ujian di Tengah Jalan Presiden

Di AS, rakyat tidak hanya memilih presiden setiap empat tahun. Ada pula pemilihan anggota Kongres yang berlangsung setiap dua tahun. Pemilihan yang jatuh tepat di tengah masa jabatan presiden inilah yang disebut pemilu sela.

Presiden tidak ikut dipilih dalam pemilu ini. Namun, komposisi Kongres yang terbentuk dapat menentukan seberapa leluasa presiden menjalankan agenda pemerintahannya.

Sistem ini berbeda dengan Indonesia yang menyelenggarakan pemilihan presiden dan anggota legislatif setiap lima tahun.

Pemilih mendatangi tempat pemungutan suara untuk memberikan hak suaranya pada Pemilu Sela AS di West Columbia, South Carolina, AS, Selasa (3/11/2026). Foto: Sam Wolfe/REUTERS

Siapa yang Dipilih?

Dalam pemilu sela, warga AS memilih anggota Kongres yang terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives) dan Senat.

Pada pemilu 2026, seluruh 435 kursi DPR AS diperebutkan, begitu pula 35 dari 100 kursi Senat. Selain itu, terdapat pemilihan 36 gubernur.

Anggota DPR AS menjabat selama dua tahun sehingga seluruh kursinya diperebutkan setiap dua tahun sekali. Sementara itu, senator menjabat selama enam tahun dengan masa jabatan bergiliran. Karena itu, hanya sekitar sepertiga kursi Senat yang diperebutkan dalam setiap pemilihan.

Warga memberikan hak suaranya pada Pemilu Sela AS di Bangor, Maine, AS, Selasa (3/11/2026). Foto: Taylor Coester/REUTERS

Selain tingkat federal, pemilu juga berlangsung di tingkat negara bagian. Dilansir AFP, sejumlah kebijakan yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat, seperti pendidikan dan prosedur pemilu, ditentukan oleh pemerintah negara bagian. Karena itu, hasil pemilihan gubernur dan pejabat setempat juga memiliki pengaruh penting.

Skenario Nasib Jabatan Trump

Jika Partai Republik berhasil mempertahankan mayoritas di Kongres, agenda dan program pemerintahan Presiden Donald Trump akan berjalan relatif mulus hingga akhir masa jabatannya.

Sebaliknya, jika Demokrat menguasai Kongres, ruang gerak Trump dalam menjalankan agenda pemerintahannya akan lebih terbatas. Demokrat juga berpeluang memperkuat pengawasan dan melakukan penyelidikan terhadap kebijakan pemerintahannya.

Saat ini kabar pemakzulan Trump mencuat di internal Demokrat. Partai ini dua kali mencoba memakzulkan Trump pada periode pertama pemerintahan Trump, tapi gagal.

Warga memberikan hak suaranya pada Pemilu Sela AS di Milford, Michigan, AS, Selasa (3/11/2026). Foto: Brian Snyder/REUTERS

Merujuk proyeksi CNBC Election Desk, Partai Demokrat diperkirakan memenangkan Pemilu Sela AS 2026 dengan meraih sedikitnya 250 kursi DPR.

Mengapa Pemilu Sela Penting?

Dilansir AFP, tingkat partisipasi pemilih dalam pemilu sela biasanya lebih rendah dibandingkan pemilu presiden. Meski demikian, hasilnya dapat mempengaruhi arah politik AS dan jalannya pemerintahan selama dua tahun berikutnya.

Hal ini karena Kongres memiliki kewenangan membuat undang-undang, menyetujui anggaran, serta mengawasi pemerintahan. Karena itu, komposisi partai yang menguasai Kongres turut menentukan kelancaran agenda kebijakan presiden.