Asap Karhutla Mulai Selimuti Sumut, Bobby Terapkan Siswa Belajar dari Rumah

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Sumut Bobby Nasution bersama Kepala Kajati Sumut Muhibuddin menandatangani MoU tentang Sinergi Pencegahan Terhadap Penyimpangan dan Gangguan Dalam Penyelenggaraan di Bidang Pendidikan di Wilayah Provinsi Sumut, Medan, Selasa (6/10/2026). Foto: Dok. Diskominfo Sumut
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Sumut Bobby Nasution bersama Kepala Kajati Sumut Muhibuddin menandatangani MoU tentang Sinergi Pencegahan Terhadap Penyimpangan dan Gangguan Dalam Penyelenggaraan di Bidang Pendidikan di Wilayah Provinsi Sumut, Medan, Selasa (6/10/2026). Foto: Dok. Diskominfo Sumut

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi sekolah-sekolah yang ada di Sumatera Utara.

Penerapan tersebut berlaku mulai hari ini, 16 Oktober, hingga 21 Oktober 2026. Berdasarkan surat edaran Dinas Pendidikan Sumatera Utara Nomor: 400.3/106/DISDIK/X/2026.

Hal itu dikarenakan sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah memasuki wilayah Sumatera Utara.

"Untuk SMA, SMK, dan SLB, mulai hari ini saya harapkan sudah melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Anak-anak tetap belajar dari rumah, bukan libur, karena kita harus melindungi anak-anak dari paparan kabut asap," kata Bobby dalam keterangannya, Jumat (16/10).

Bobby mengimbau pemerintah kabupaten atau kota untuk memantau perkembangan kualitas udara masing-masing dan mengedukasi masyarakat agar mengurangi paparan kabut asap dengan menggunakan masker.

"Bupati atau wali kota juga kami harapkan terus memantau perkembangan kondisi udara. Kita imbau juga masyarakat untuk menerapkan langkah-langkah perlindungan kesehatan dengan menggunakan masker," ujar Bobby.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam penanganan kabut asap, termasuk pemanfaatan teknologi pendukung untuk mengurangi dampaknya.

"Kita juga bersinergi dengan Provinsi Sumsel terkait pemanfaatan teknologi pendukung pengurangan asap," imbuh Bobby.

Kondisi sebaran asap karhutla di Kota Medan, Jumat (16/10). Foto: Amar Marpaung/kumparan

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumatera Utara, pada hari ini Kota Medan dan kabupaten lainnya yang ada di Sumatera Utara masih berpotensi hujan sedang hingga lebat.

Kondisi tersebut diperkirakan akan berlangsung hingga pukul 12.10 WIB mendatang.

Kepala Balai Besar MKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho menyebutkan bahwa sebaran asap masih berpotensi sebaran asap karhutla memasuki wilayah Sumatera Utara. Namun, jarak pandang mulai naik hingga 4-5 kilometer karena hujan turun sehingga asap mulai menghilang. Kemudian, kualitas udara hingga saat ini masih dalam kategori tidak sehat.

"Data dari visibility-nya, kita memperkirakan itu sampai sudah dari kemarin yang pekat itu ya. Itu sudah sampai (jarak pandang) sekarang 4-5 kilometer," ujar Hendro saat dihubungi.