Atlet Selam Perempuan Asal Jepara Meninggal Saat Ikut Porprov Jateng di Semarang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Atlet selam asal Kabupaten, Jepara Syabilla Rizkia Putri Raharja meninggal dunia saat mengikuti ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII di Semarang. Foto: Pemkab Jepara
zoom-in-whitePerbesar
Atlet selam asal Kabupaten, Jepara Syabilla Rizkia Putri Raharja meninggal dunia saat mengikuti ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII di Semarang. Foto: Pemkab Jepara

Atlet selam asal Kabupaten Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja, meninggal dunia saat mengikuti ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng XVII di Semarang pada Minggu (25/10). Ia meninggal saat mengikuti kompetisi cabang olahraga (cabor) selam laut.

Kabar meninggalnya Syabilla dibenarkan oleh Pemkab Jepara. Melalui akun instagramnya, pemkab menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kematian Syabilla.

Syabilla Rizkia Putri Raharja merupakan atlet renang Jepara. Dia meraih dua medali emas pada ajang Porprov XVII Jawa Tengah 2026 Semarang Raya, nomor 100 meter dan 200 meter bifins putri.

Selain berprestasi di dunia olahraga, Syabilla juga tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2023. Ia telah mengenal olahraga renang sejak duduk di bangku sekolah dasar dan aktif mengikuti kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Renang UGM.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Erlin Tan Jaya menyebut Syabilla saat itu mengikuti cabor selam laut di kawasan wisata tepi laut Awann Costa, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Minggu (25/10).

"Informasi dari panitia dan tim medis, korban diduga mengalami kelelahan saat bertanding. Sekitar pukul 09.00 WIB, saksi yang bertugas sebagai motoris perlombaan melihat korban sempat melambaikan tangan pada putaran kedua. Namun, korban tidak berhenti dan tetap melanjutkan perlombaan," ujar Erlin kepada kumparan, Minggu (25/10).

Namun di putaran ketiga, korban mulai tenggelam sekitar pukul 09.10 WIB. Melihat kejadian tersebut, Syabilla langsung ditolong dan dievakuasi.

“Pada putaran ketiga, korban mulai tenggelam dan terlihat tidak bergerak. Melihat kejadian itu, saksi langsung bergerak cepat melakukan pertolongan dan mengevakuasi korban ke tepi area renang," kata Erlin.

Setelah dievakuasi, korban mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong dan Syabilla dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 10.00 WIB setelah mendapatkan pertolongan di rumah sakit.